Mahasiswi Diduga Gelapkan Iuran KIP Rp 97 Juta, Unair Buka Suara
Mahasiswi Diduga Gelapkan Iuran KIP Rp 97 Juta, Unair Buka Suara

Surabaya - Universitas Airlangga (Unair) akhirnya buka suara terkait kasus dugaan penggelapan dana iuran Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) senilai Rp 97 juta yang dilakukan oleh seorang mahasiswi berinisial YIP. Pihak kampus telah melakukan pendalaman dan klarifikasi awal terkait permasalahan tersebut.

Klarifikasi Awal Unair

Menurut Ketua Pusat Humas dan Protokol (PHMP) Unair, Pulung Siswantara, berdasarkan hasil klarifikasi awal, ditemukan adanya permasalahan yang lebih mengarah pada aspek administrasi dan tata kelola keuangan organisasi. Hal ini khususnya terkait penggunaan rekening pribadi dalam proses pengelolaan dana kegiatan.

"Pengumpulan dana yang dilakukan organisasi telah diketahui oleh pihak terkait dan pada saat pelaksanaannya tidak terdapat kewajiban pelaporan khusus sebagaimana yang dipersepsikan oleh sebagian pihak," ujar Pulung dalam keterangannya, Senin (15/6/2026).

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Profil Mahasiswi Terduga

YIP merupakan mahasiswa Program Studi D4 Manajemen Perkantoran Digital Fakultas Vokasi angkatan 2023. Ia juga menjabat sebagai Menteri Keuangan di Airlangga University Bidik Misi Organization (AUBMO), sebuah organisasi mahasiswa penerima KIP-K.

Langkah Pembenahan

Pulung menegaskan bahwa pihak kampus meminta setiap organisasi kemahasiswaan menerapkan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan tata kelola yang baik. AUBMO bersama Direktorat Kemahasiswaan telah berjanji melakukan pembenahan administrasi.

"Mengenai penyelesaian kewajiban yang masih ada, langkah penyelesaian dilakukan melalui mekanisme internal organisasi dengan skema penyelesaian bertahap. Universitas akan terus melakukan pendampingan, monitoring, dan evaluasi agar proses penyelesaian berjalan sesuai kesepakatan serta menjadi momentum perbaikan tata kelola organisasi kemahasiswaan ke depan," jelasnya.

Komitmen Unair

Unair berkomitmen untuk terus mendampingi dan mengevaluasi proses penyelesaian kasus ini. Kampus juga berharap kejadian ini menjadi pembelajaran bagi seluruh organisasi kemahasiswaan untuk lebih baik dalam mengelola keuangan dan administrasi.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga