Tim Cek Fakta Kompas.com menemukan bahwa konten kuis tebak kata berhadiah Rp 100 juta yang mengatasnamakan pengacara Hotman Paris adalah hoaks. Konten tersebut merupakan hasil rekayasa kecerdasan buatan (AI) dan tidak benar.
Penyebaran Konten Hoaks
Kuis palsu ini beredar di Facebook melalui beberapa unggahan. Narasi yang dibagikan mengklaim bahwa peserta dapat memenangkan hadiah besar hanya dengan menebak kata. Namun, setelah ditelusuri, tidak ada bukti valid yang mendukung klaim tersebut.
Menurut Tim Cek Fakta Kompas.com, video yang digunakan dalam konten tersebut adalah hasil manipulasi AI, bukan rekaman asli Hotman Paris. Hal ini diketahui dari analisis forensik digital yang menunjukkan ketidakwajaran pada gerakan bibir dan suara.
Modus Penipuan Berbasis AI
Penggunaan AI untuk membuat konten palsu semakin marak. Pelaku memanfaatkan teknologi deepfake untuk meniru tokoh terkenal agar korban percaya. Masyarakat diimbau untuk tidak mudah tergiur dengan tawaran hadiah besar yang tidak masuk akal.
"Konten seperti ini harus diwaspadai karena bisa merugikan masyarakat," ujar juru bicara Tim Cek Fakta Kompas.com. Ia menambahkan bahwa pengecekan fakta sangat penting sebelum menyebarkan informasi.
Langkah Antisipasi
Kompas.com mengingatkan agar publik selalu memverifikasi informasi dari sumber terpercaya. Jika menemukan konten mencurigakan, segera laporkan ke platform media sosial atau hubungi lembaga resmi.
Hotman Paris sendiri tidak pernah mengadakan kuis semacam itu. Masyarakat diharapkan tidak memberikan data pribadi atau uang kepada pihak yang mengatasnamakan dirinya.



