Korban Investasi Bodong Sembako Geruduk Rumah Pelaku di Tenjo Bogor
Sebuah kasus dugaan penipuan dengan modus investasi sembako telah mengguncang Kecamatan Tenjo, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Puluhan warga yang menjadi korban ramai-ramai menggeruduk rumah terduga pelaku untuk menuntut keadilan, menciptakan situasi tegang yang memerlukan intervensi pihak kepolisian.
Demo Warga dan Intervensi Polisi
Rekaman video yang viral di media sosial menunjukkan momen warga, didominasi oleh ibu-ibu, mendatangi salah satu rumah warga sambil membawa karton dengan berbagai tulisan protes. Kapolsek Tenjo, Iptu Hendrik, hadir di lokasi untuk meredam emosi massa dan mencegah tindakan anarkis. "Jadi saya dapat informasi ada demo di Puri Tenjo, warga demo geruduk rumah orang. Ketika saya cek ke lokasi ternyata itu warga yang diduga menjadi korban penipuan investasi sembako, minyak goreng dan gula pasir," ujar Hendrik dalam konfirmasinya pada Sabtu (29/3/2026).
Peristiwa ini terjadi pada Jumat (26/3) siang, di mana Hendrik bersama anggota segera mendatangi lokasi. "Kita ke sana supaya warga ini nggak anarkis, kan orangnya kan sudah melarikan diri, khawatir ada penjarahan atau ada orang-orang yang memanfaatkan situasi, kemudian malah ngambil barang-barang orang," jelasnya. Berkat upaya tersebut, situasi berhasil dikendalikan dan warga bersedia mengikuti prosedur hukum dengan melaporkan ke Polsek.
Proses Hukum dan Jumlah Korban
Kasus ini saat ini sedang dalam proses penyelidikan oleh kepolisian. Rumah terduga pelaku telah dipasangi garis polisi untuk mencegah akses tidak sah. "Sekarang sudah dalam penanganan kami, kita juga sudah koordinasi dengan Kasat Reskrim dan sampai saat ini masih kondusif. Dari hari Jumat, baru 2 orang yang kita periksa, (yaitu) saksi pelapor dan saksi yang jadi admin investasinya," kata Hendrik. Ia menambahkan bahwa jumlah korban mungkin masih bertambah seiring berjalannya investigasi.
Polisi mengungkapkan bahwa setidaknya 43 orang menjadi korban penipuan ini, dengan total kerugian diperkirakan mencapai Rp 1,1 miliar. "Informasi awal (jumlah korban) kurang lebih 43 orang. Jadi misalkan nih, saya ikutan terus saya bawa orang lagi, jadi banyak korbannya," jelas Hendrik. Korban-korban ini kebanyakan adalah perempuan yang tergiur dengan iming-iming keuntungan besar dari investasi sembako seperti minyak goreng dan gula pasir dengan harga di bawah pasaran.
Modus Penipuan dan Kerugian Finansial
Pelaku diduga menawarkan investasi dengan janji keuntungan tinggi melalui penjualan sembako murah. "Jadi seolah-olah nih kalau harga pasaran minyak goreng 1 kilo itu di harga pasarannya 39 ribu sama dijual dia bisa jual 30 ribu. Jadi setelah sudah banyak yang investasi baru dia kabur," imbuh Hendrik. Kerugian individual bervariasi, mulai dari Rp 60 juta hingga Rp 200 juta per korban, yang mengakibatkan dampak finansial yang signifikan bagi masyarakat setempat.
Polisi terus mendalami kasus ini untuk mengungkap jaringan pelaku dan melindungi warga dari praktik serupa di masa depan. Masyarakat diimbau untuk lebih berhati-hati terhadap tawaran investasi yang terlalu menggiurkan dan selalu memverifikasi legalitas sebelum menanamkan dana.



