Guru MTs di Tangsel Viral Sebar Brosur 'Jasa Oral Seks', Langsung Dipecat
Guru MTs Viral Sebar Brosur Jasa Oral Seks, Langsung Dipecat

Guru MTs di Pamulang Viral Sebar Brosur 'Jasa Oral Seks' dengan Tarif Berbeda

Sebuah kejadian tak biasa menggemparkan warga Pamulang, Tangerang Selatan, setelah seorang pria menyebarkan brosur yang menawarkan 'jasa oral seks' dengan tarif berbeda-beda. Aksi ini langsung viral di media sosial dan membuat polisi turun tangan untuk menyelidiki kasus yang dinilai meresahkan masyarakat tersebut.

Brosur Kontroversial dengan Tarif Berjenjang

Dalam brosur yang disebarkan, tertulis dengan jelas tarif untuk layanan yang ditawarkan. Untuk pelajar dikenakan biaya Rp 20 ribu, mahasiswa Rp 50 ribu, dan untuk orang dewasa tarifnya mencapai Rp 100 ribu. Brosur tersebut juga mencantumkan nomor kontak pelaku, yang kemudian menjadi bahan investigasi lebih lanjut oleh pihak berwajib.

Kapolsek Pamulang AKP Galih Febri Saputra mengonfirmasi bahwa pihaknya telah melakukan pengecekan ke lokasi kejadian dan meminta keterangan dari sejumlah saksi. Peristiwa ini terjadi pada Kamis (26/3) sekitar pukul 19.30 WIB di Jalan Batam RT 004 RW 008 Kelurahan Benda, Kecamatan Pamulang.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Pelaku Sempat Diinterogasi Warga Sebelum Ditangani Polisi

Menurut keterangan saksi, awalnya seorang warga sedang membeli bakso ketika tiba-tiba dihampiri oleh pelaku yang tidak dikenal. Pelaku kemudian memberikan selembar brosur kepada warga tersebut yang berisi penawaran jasa seksual.

"Awalnya ada seseorang yang tidak dikenal tiba-tiba menghampiri warga tersebut sambil menawarkan dan memberikan sebuah lembaran yang tertuju mengenai berhubungan seks dengan sesama jenis," jelas AKP Galih dalam keterangannya.

Setelah menerima brosur, warga tersebut memberitahukan pengalamannya kepada keluarganya. Merasa kesal, warga kemudian mencoba memancing pelaku untuk kembali ke lokasi. Strategi ini berhasil, dan pelaku pun datang kembali ke tempat yang sama.

Penggeledahan dan Temuan Obat Mencurigakan

Saat pelaku kembali, warga langsung menegurnya dan melakukan penggeledahan terhadap barang-barang yang dibawa. Hasil penggeledahan menemukan obat Telado, yang kemudian menambah kecurigaan terhadap kondisi kesehatan pelaku.

"Si pelaku sempat dibawa ke rumah warga untuk dimintai keterangan dan dimediasi hingga dibuat video rekaman perjanjian agar si pelaku tidak berbuat aksi seperti itu di setiap wilayah mana pun," tambah AKP Galih menjelaskan proses yang dilakukan warga sebelum melibatkan polisi.

Identitas Pelaku Terungkap: Seorang Guru MTs

Video rekaman saat pelaku diamankan oleh warga kemudian viral di media sosial. Dari video tersebut, terungkap bahwa pelaku yang berinisial IK ternyata berprofesi sebagai seorang guru di sebuah Madrasah Tsanawiah (MTs).

Pihak sekolah mengetahui video viral tersebut dan langsung mengambil tindakan tegas. Pada Jumat (27/3), IK dipanggil oleh kepala sekolah dan dimintai keterangan terkait video yang dianggap mencoreng nama baik institusi pendidikan.

Sanksi Tegas dari Pihak Sekolah

Sekolah tidak main-main dalam menangani kasus ini. Pelaku yang menjabat sebagai operator dan guru di MTs tersebut langsung diberhentikan dengan Surat Keputusan Nomor: 398/539/MTs.i/S/III/2026 yang ditetapkan di Depok tanggal 27 Maret 2026.

"Kemudian, dari pihak sekolah langsung memanggil pelaku yang menjabat operator dan guru di MTs dan langsung disanksi PHK dengan Surat Keputusan tersebut," papar AKP Galih mengenai tindakan disipliner yang diambil sekolah.

Pemeriksaan Kesehatan dan Koordinasi dengan Dinas Kesehatan

Lebih lanjut, AKP Galih menyampaikan bahwa pihak sekolah berencana membawa pelaku ke dinas kesehatan untuk pemeriksaan lebih lanjut. Tujuannya adalah untuk mengecek apakah pelaku benar-benar terjangkit penyakit menular.

"Dan apabila hasilnya positif, dinas kesehatan akan berkoordinasi dengan atasnya untuk melakukan test HIV kepada anak-anak dan guru di sekolah tersebut," pungkas Kapolsek Pamulang, menekankan pentingnya langkah pencegahan penyebaran penyakit.

Kasus ini menjadi perhatian serius tidak hanya dari pihak kepolisian, tetapi juga dari institusi pendidikan dan dinas kesehatan. Penyebaran brosur dengan konten seksual eksplisit oleh seorang pendidik menimbulkan keprihatinan mendalam mengenai etika profesional dan tanggung jawab sosial.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga