Data Hilang 4 TB Akibat Permintaan Video Login dari Admin Shopee
Sebuah insiden keamanan siber yang mengkhawatirkan terjadi di platform e-commerce Shopee, di mana seorang pengguna melaporkan kehilangan data pribadi hingga 4 terabyte (TB). Kejadian ini bermula dari permintaan video login yang dikirim oleh seseorang yang mengaku sebagai admin Shopee, yang ternyata adalah bagian dari skema penipuan online yang canggih.
Modus Operandi Penipuan yang Menipu
Pelaku penipuan ini menggunakan taktik yang terlihat resmi dengan menghubungi korban melalui pesan atau email, mengklaim sebagai perwakilan resmi Shopee. Mereka meminta korban untuk merekam video saat proses login ke akun Shopee, dengan alasan verifikasi keamanan atau pemulihan akun. Video tersebut kemudian digunakan untuk mengakses akun korban secara ilegal, mengakibatkan pencurian data sensitif seperti informasi pribadi, transaksi, dan file lainnya.
Volume data yang hilang mencapai 4 TB, menunjukkan bahwa korban mungkin menyimpan banyak data penting di akun atau perangkat terkait. Insiden ini bukan hanya tentang kehilangan data, tetapi juga risiko identitas dan kerugian finansial yang dapat ditimbulkan.
Dampak dan Respon dari Shopee
Shopee, sebagai platform e-commerce terkemuka, telah mengeluarkan pernyataan resmi menanggapi laporan ini. Mereka menegaskan bahwa admin resmi tidak akan pernah meminta video login atau informasi sensitif lainnya melalui cara yang tidak aman. Perusahaan ini mendorong pengguna untuk selalu memverifikasi identitas kontak yang mengaku sebagai perwakilan Shopee dan melaporkan aktivitas mencurigakan langsung ke layanan pelanggan.
"Kami sangat serius dalam menjaga keamanan data pengguna dan sedang menyelidiki insiden ini lebih lanjut," kata juru bicara Shopee. Mereka juga mengingatkan pengguna untuk tidak membagikan kredensial login atau merekam video yang dapat disalahgunakan oleh pihak tidak bertanggung jawab.
Langkah-Langkah Pencegahan untuk Pengguna
Untuk menghindari menjadi korban penipuan serupa, pengguna disarankan untuk:
- Selalu verifikasi identitas pengirim pesan atau email yang mengaku sebagai admin Shopee.
- Jangan pernah membagikan kata sandi, OTP, atau merekam video login tanpa konfirmasi resmi.
- Aktifkan fitur keamanan dua faktor (2FA) pada akun e-commerce dan media sosial.
- Segera laporkan aktivitas mencurigakan ke pihak berwenang atau layanan pelanggan platform.
Insiden ini menyoroti pentingnya edukasi keamanan siber di era digital, di mana penipuan online semakin beragam dan sulit dideteksi. Dengan meningkatnya penggunaan platform e-commerce seperti Shopee, kewaspadaan pengguna menjadi kunci utama dalam melindungi data pribadi dari ancaman kejahatan siber.



