Kasus Mutilasi di Freezer Bekasi: Potongan Tubuh Korban Dibuang ke Bogor
Polisi berhasil menangkap dua pria berinisial S dan DS yang terlibat dalam kasus pembunuhan dan mutilasi mengerikan di Bekasi. Jasad korban ditemukan dalam freezer di sebuah kios ayam geprek di daerah Serang Baru, Kabupaten Bekasi, mengejutkan warga setempat.
Pembuangan Potongan Tubuh di Bogor
Menurut keterangan Kasubbid Penmas Polda Metro Jaya, Kompol Andaru Rahutomo, pada tanggal 27 Maret 2026, kedua pelaku membuang potongan tubuh korban di beberapa lokasi di Kabupaten Bogor. Setelah melakukan aksi keji tersebut, mereka melarikan diri ke Majalengka untuk menghindari penangkapan.
Namun, upaya pelarian mereka tidak berhasil. Kedua pelaku berhasil diamankan oleh aparat kepolisian dan dibawa ke Subdit Jatanras Polda Metro Jaya untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut. Operasi penangkapan ini menunjukkan kesigapan polisi dalam menangani kasus kriminal berat.
Motif Ekonomi di Balik Pembunuhan
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, mengungkapkan bahwa motif di balik pembunuhan ini adalah ekonomi. Kedua pelaku diduga ingin menguasai harta milik korban, termasuk sepeda motor, ponsel, dan kendaraan operasional tempat kerja korban.
"Untuk motifnya ekonomi. Kedua pelaku ingin menguasai motor dan HP korban serta ingin menguasai kendaraan operasional tempat kerjanya," jelas Budi Hermanto dalam keterangan resminya kepada wartawan. Hal ini mengindikasikan bahwa kejahatan ini direncanakan dengan niat merampas aset korban.
Pengembangan Kasus dan Penangkapan Penadah
Penyidik tidak hanya berfokus pada kedua pelaku utama, tetapi juga berhasil mengamankan satu orang lainnya yang diduga sebagai penadah hasil kejahatan. Orang ini menerima barang-barang yang diambil dari korban dan kemudian menjualnya.
"Penyidik juga sudah mengamankan penadah hasil penerima barang yang diambil dan dijual," tambah Budi Hermanto. Pengembangan kasus ini menunjukkan komitmen polisi untuk mengungkap seluruh jaringan yang terlibat dalam tindak pidana ini.
Kasus mutilasi di Bekasi ini telah menimbulkan keresahan di masyarakat, mengingat kekejaman dan metode pelaku yang tidak manusiawi. Polisi terus mendalami investigasi untuk memastikan semua pihak yang bertanggung jawab dihukum sesuai hukum yang berlaku.



