Dua personel Polres Samosir, Brigadir DW dan Aipda ES, ditangkap karena diduga terlibat dalam peredaran narkotika jenis sabu. Keduanya kini menjalani penahanan di Polda Sumatera Utara (Sumut) untuk proses penyidikan lebih lanjut.
Pengungkapan Kasus Berawal dari Operasi Antik Toba 2026
Plt Kasi Humas Polres Samosir, Brigadir Gunawan Situmorang, membenarkan penangkapan tersebut. Kasus ini terungkap saat Satresnarkoba Polres Samosir menggelar Operasi Antik Toba 2026. Awalnya, petugas menangkap seorang pria berinisial R di kawasan Aek Rangat, Kecamatan Pangururan, pada 2 Juni 2026.
"Saat diperiksa, R mengaku memperoleh sabu dari seorang anggota polisi yang bertugas di Polres Samosir," ujar Gunawan kepada CNNIndonesia.com, Minggu (12/7). Berdasarkan keterangan tersebut, petugas langsung melakukan pengembangan dan menangkap Brigadir DW pada hari yang sama.
Barang Bukti Sabu dan Pengembangan ke Aipda ES
Dari tangan Brigadir DW, polisi menemukan barang bukti sabu seberat sekitar 5,5 gram. "Dari tangan Brigadir DW disita barang bukti sabu 5 gram. Hasil pemeriksaan terhadap Brigadir DW mengarah kepada seorang anggota lainnya, yakni Aipda ES," kata Gunawan.
Dalam pemeriksaan, Brigadir DW mengaku mendapatkan sabu tersebut dari Aipda ES. Dari informasi itu, petugas menangkap Aipda ES yang saat itu sedang melakukan perjalanan dinas menuju Kota Medan.
Bukti Percakapan dan Tes Urine Positif
"Saat diperiksa, Aipda ES sempat membantah terlibat dalam peredaran narkotika. Namun saat ponselnya diperiksa, ditemukan bukti-bukti percakapan terkait pemesanan sabu," jelas Gunawan. Selain itu, hasil tes urine menunjukkan bahwa Brigadir DW dan Aipda ES positif menggunakan narkoba.
Ketiga tersangka—R, Brigadir DW, dan Aipda ES—dilimpahkan ke Polda Sumatera Utara untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut. "Tersangka R, Brigadir DW, dan Aipda ES saat ini ditahan di Polda Sumut karena penanganan perkaranya telah dilimpahkan ke sana," paparnya.
Penyelidikan Lebih Lanjut
Hingga kini, penyidik masih mendalami peran masing-masing tersangka, termasuk menelusuri sejak kapan kedua anggota polisi tersebut diduga terlibat dalam peredaran sabu. "Petugas masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait sudah berapa lama aktivitas itu berlangsung dan kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain," kata Gunawan.



