Mayat Wanita Tinggal Tulang Ditemukan dalam Rumah di Depok
Sebuah kasus tragis terjadi di Depok, Jawa Barat, ketika jasad seorang wanita ditemukan dalam kondisi tinggal tulang di dalam rumahnya sendiri. Peristiwa ini menggemparkan warga sekitar dan kini tengah diselidiki oleh pihak kepolisian.
Kronologi Penemuan Mayat
Korban yang berinisial DH (56 tahun) ditemukan oleh anaknya sendiri, yang berinisial L, bersama pacarnya, berinisial R. Keduanya datang ke rumah korban di kawasan Meruyung, Limo, Depok, dengan maksud untuk membersihkan rumah tersebut. Menurut keterangan Kapolsek Cinere, kedatangan L dan R ini merupakan kali kedua sejak Februari 2026.
Pada kunjungan pertama di Februari 2026, L dan R menemukan pintu pagar rumah terkunci dengan gembok dari luar. Mereka kemudian membuka paksa gembok tersebut dan masuk ke dalam rumah. Saat itu, kondisi rumah sudah berantakan, tetapi mereka tidak mencurigai apapun karena tidak mencium bau aneh. Mereka hanya membersihkan area pekarangan sebelum pergi dan mengganti kunci gembok dengan yang baru.
Momen Mencekam Saat Pembersihan
Pada Jumat, 6 Maret 2026, sekitar pukul 23.00 WIB, L dan R kembali ke rumah korban dan tidur di ruang tengah. Keesokan harinya, Sabtu, 7 Maret 2026, sekitar pukul 09.00 WIB, mereka mulai membersihkan area dalam rumah. Saat R membersihkan kamar dan berencana memasukkan tumpukan pakaian ke dalam kantung plastik, ia menyingkap karpet di tumpukan tersebut.
"Tiba-tiba saksi R melihat ada sepasang kaki manusia dalam kondisi sudah terlihat tulangnya saja dan keadaan kulit mengering," jelas Kapolsek Cinere. Penemuan mengerikan ini langsung dilaporkan ke Ketua RT setempat dan Polsek Cinere untuk ditindaklanjuti.
Latar Belakang dan Penyidikan
Sebelumnya, L dan R datang ke rumah korban setelah mendapat informasi dari tantenya, berinisial T, bahwa korban sedang berada di rumah teman sekolahnya di Sukabumi, Jawa Barat. Ini membuat mereka mengira rumah kosong dan berencana membersihkannya. Polisi kini masih mendalami kasus ini untuk mengungkap penyebab kematian dan kronologi peristiwa yang sebenarnya.
Kasus ini menyoroti pentingnya kewaspadaan dalam lingkungan sekitar dan respons cepat dari aparat keamanan. Masyarakat diimbau untuk melaporkan hal-hal mencurigakan guna mencegah kejadian serupa di masa depan.
