Mabuk Miras di Tambora, Mobil Raib Saat Korban Terlelap
Sebuah kasus pencurian mobil terjadi di kawasan Bandengan Utara Raya, Tambora, Jakarta Barat, yang bermula dari korban yang tak sadarkan diri setelah menenggak minuman keras atau miras. Insiden ini mengakibatkan mobil serta barang berharga lainnya hilang, dengan pelaku berhasil ditangkap polisi.
Kronologi Kejadian Pencurian
Kapolsek Tambora, AKP Wahyu Hidayat, menjelaskan bahwa korban awalnya mengonsumsi miras di Jalan Krendang Besi sekitar pukul 20.00 WIB pada Selasa, 10 Februari 2026. Sekitar dua jam kemudian, korban ditemukan tidak sadarkan diri di depan Aestro Gym, Jalan Bandengan Utara Raya RT 010/010, Kelurahan Pekojan, Kecamatan Tambora.
Korban baru sadar dari tidurnya pada pukul 06.15 WIB keesokan harinya, Rabu, 11 Februari 2026. Saat itu, dia menyadari bahwa mobil miliknya telah raib. Bukan hanya mobil, dompet berisi STNK, KTP, uang tunai sebesar Rp300 ribu, serta kunci kontak mobil juga ikut hilang.
Identifikasi dan Penangkapan Pelaku
Unit Reskrim Polsek Tambora berhasil mengidentifikasi pelaku berinisial AA (33). AA diketahui melihat korban dalam kondisi mabuk, lalu mengambil tas korban dan membawa kabur mobil tersebut. "Di dalam tas itu ada uang tunai Rp300 ribu, KTP dan STNK mobil," ucap Wahyu.
Pelaku ditangkap saat hendak menjual mobil curian melalui media sosial Facebook. Dia diciduk di sebuah kontrakan di wilayah Kapuk, Cengkareng. "Mobil itu masih di tangan pelaku. Rencananya mau dilakukan COD. Sempat diiklankan lewat Facebook, tapi kami lebih dulu mendapatkan informasi dan melakukan penangkapan," ujar Kapolsek.
AA mengaku kepada polisi bahwa uang hasil penjualan mobil akan dipakai untuk membiayai kebutuhan pribadi dan keperluan Lebaran. Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka ditahan di Polsek Tambora dan dijerat Pasal 477 KUHP dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara.
Imbauan dan Dampak Kasus
Kasus ini menyoroti bahaya konsumsi miras yang dapat menyebabkan korban kehilangan kewaspadaan dan menjadi sasaran kejahatan. Polisi mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dan menghindari minuman keras di tempat umum, terutama di malam hari.
Insiden di Tambora ini juga mengingatkan pentingnya keamanan pribadi dan barang berharga, terutama dalam kondisi rentan. Dengan penangkapan pelaku, diharapkan dapat memberikan efek jera dan mengurangi kejadian serupa di masa depan.



