Koperasi Merah Putih di Stone Garden Bandung Barat Viral, Kades Bantah di Tengah Hutan
Koperasi Merah Putih Stone Garden Viral, Kades Bantah di Hutan

Bangunan Koperasi Merah Putih (KMP) di Kampung Girimulya, RT 02 RW 09, Desa Gunungmasigit, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, mendadak viral di media sosial. Bangunan itu disebut-sebut berdiri di tengah hutan, dikelilingi semak belukar, dan dianggap tak memiliki akses memadai.

Dari video yang beredar, koperasi tersebut tampak berada di kawasan perbukitan karst Stone Garden. Di belakang bangunan menjulang tebing batu kapur, sementara di sekelilingnya dipenuhi semak dan rumpun bambu, sehingga memunculkan kesan berada di tengah gunung. Namun, Pemerintah Desa Gunungmasigit membantah anggapan tersebut.

Kades Bantah Koperasi Berada di Puncak Gunung

Kepala Desa Gunungmasigit Tarkopa menegaskan lokasi Koperasi Merah Putih tidak berada di puncak gunung ataupun di tengah hutan seperti yang ramai diperbincangkan. "Posisinya di atas gunung, sebenarnya tidak. Tapi di bawah Gunung Masigit, bahkan itu di lapang, di lapang parkir Stone Garden. Dan juga pembangunan itu tidak mengganggu lapang parkir karena memang diatur jangan sampai posisinya ada di tengah-tengah," kata Tarkopa saat ditemui, Senin (6/7/2026).

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Berdasarkan pantauan di lokasi, bangunan berukuran sekitar 20 x 30 meter itu berdiri di area parkir objek wisata Indiana Camp dan Stone Garden. Lokasinya berjarak sekitar 500 meter dari Jalan Raya Padalarang-Cianjur. Meski akses menuju lokasi masih berupa jalan berbatu, kawasan tersebut tidak jauh dari permukiman warga Kampung Girimulya.

Progres Pembangunan Hampir Rampung

Saat ini pembangunan koperasi juga belum sepenuhnya rampung. Progres pekerjaan tinggal sekitar 10 persen, meliputi pemasangan rolling door serta penataan furnitur untuk menampilkan produk-produk yang nantinya akan dipasarkan. Tarkopa menjelaskan, lokasi di kawasan Stone Garden dipilih setelah pemerintah desa mengajukan lima alternatif lahan milik desa (tanah carik) kepada PT Agrinas Pangan Nusantara yang menjadi pelaksana pembangunan program Koperasi Merah Putih.

"Saya tunjukkan ada beberapa titik carik desa. Di antaranya Stone Garden, yaitu di RW 9 Girimulya, kedua carik desa di RW 16 di Liung Gunung, yang ketiga di Cigintung di RW 21, yang keempat di RW 19 di Cihalimun, dan yang kelima itu ada di Cicalada," ujarnya. Dari lima lokasi tersebut, kawasan Stone Garden dinilai paling memenuhi syarat. Setelah dilakukan survei lapangan oleh PT Agrinas, lokasi itu akhirnya diputuskan sebagai titik pembangunan.

"Jadi pemerintah desa hanya sampai ke situ. Ya, secara jujur itu tidak di atas gunung. Di bawah gitu, di antara Gunung Masigit dan Stone Garden. Ke permukiman juga kan tidak terlalu jauh," jelas Tarkopa.

Diharapkan Dukung Wisata dan Ketahanan Pangan

Menurutnya, keberadaan Koperasi Merah Putih justru diharapkan menjadi penunjang aktivitas wisata di kawasan Stone Garden sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat sekitar. Ia berharap koperasi dapat bekerja sama dengan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) yang selama ini mengelola Stone Garden, terutama dalam memasok kebutuhan pedagang dan pelaku usaha di kawasan wisata.

"Harapan saya nantinya bisa berkolaborasi dengan pihak Pokdarwis karena kan Stone Garden itu dikelola oleh Pokdarwis. Ya itu nanti bisa berkolaborasi. Nah, nanti dengan warung-warung itu kan nanti bisa disuplai oleh Kopdes di situ," katanya. Selain menjadi pusat distribusi kebutuhan wisata, koperasi tersebut juga diproyeksikan menjadi penopang ketahanan pangan desa dengan menampung hasil pertanian warga.

"Kemudian mudah-mudahan dengan adanya Kopdes ini nanti bisa mengangkat ketahanan pangan yang ada. Dan ke depannya juga Kopdes itu bisa menyuplai kepada MBG yang ada di Desa Gunung Masigit," katanya.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga