WN Irak Bunuh Cucu Mpok Nori karena Cemburu, Taruh Pisau di Tumpukan Sepatu
WN Irak Bunuh Cucu Mpok Nori, Taruh Pisau di Sepatu

WN Irak Bunuh Cucu Mpok Nori karena Cemburu, Taruh Pisau di Tumpukan Sepatu

Polisi mengungkap kasus pembunuhan yang menewaskan cucu dari seniman legendaris Mpok Nori, wanita berinisial DA (37), di Bambu Apus, Cipayung, Jakarta Timur. Pelaku adalah Warga Negara Irak berinisial F atau Fuad, yang diduga membunuh korban karena rasa cemburu.

Kronologi Pembunuhan yang Menggemparkan

Menurut Panit 2 Subdit Resmob Polda Metro Jaya AKP Fechy J Atupah, kejadian bermula ketika Fuad mendatangi rumah korban pada Sabtu (21/3/2026). Korban membuka pintu, dan mereka terlibat cekcok hebat. Dalam situasi panik karena korban melawan, Fuad mencekik korban dan kemudian mengambil pisau untuk menyayat lehernya, yang menyebabkan kematian.

"Korban sendiri yang membuka pintu, mereka cekcok, dan karena korban melawan, pelaku panik dan menyayat leher korban dengan pisau," jelas Fechy dalam keterangan pers pada Senin (23/3/2026).

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Pisau sebagai Barang Bukti Kunci

Polisi menyita pisau perak yang digunakan dalam pembunuhan ini sebagai barang bukti. Fuad mengaku membawa pisau tersebut dari rumahnya sendiri. Setelah kejadian, pisau itu tidak dibawa kabur, melainkan ditaruh di atas tumpukan sepatu di lokasi kejadian.

"Pisau ditaruh di atas tumpukan sepatu, tidak dibawa pergi oleh pelaku," tambah Fechy, menekankan bahwa ini menjadi bukti penting dalam penyelidikan.

Penemuan Korban dan Investigasi Polisi

Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di lantai rumahnya pada Sabtu (21/3), pukul 04.30 WIB, oleh keluarga yang khawatir. Ibu korban berinisial B dan kakak korban berinisial A adalah yang pertama menemukan keadaan tersebut. Pintu rumah terkunci dari dalam, dan setelah dibuka, mereka melihat korban dengan luka sayatan di leher dan darah yang sudah mengering.

Tim polisi, termasuk KA SPK dan Iden Polres Metro Jaktim, tiba di TKP pada pukul 05.30 WIB untuk melakukan olah TKP. Investigasi awal mengonfirmasi adanya luka sayatan di leher korban sebagai penyebab kematian.

Motif Cemburu dan Upaya Pelaku

Polisi menyatakan bahwa motif utama pembunuhan ini adalah rasa cemburu Fuad terhadap korban, yang merupakan mantan istri sirinya. Setelah kejadian, Fuad sempat berupaya kabur ke Sukabumi dan bahkan mencoba bunuh diri, sebelum akhirnya ditangkap oleh aparat.

Kasus ini menyoroti kekerasan dalam rumah tangga dan dampak emosional yang dapat memicu tindakan ekstrem. Polisi terus mendalami kasus ini untuk memastikan proses hukum berjalan adil.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga