Surat Maaf Pencuri di Mojokerto: Kepepet Biaya Sekolah Anak
Surat Maaf Pencuri di Mojokerto: Kepepet Biaya Sekolah

Seorang pria nekat mencuri uang di sebuah toko kelontong di Mojokerto, Jawa Timur, kemudian meninggalkan sepucuk surat permintaan maaf yang menyayat hati. Aksi tersebut terjadi pada Minggu, 7 Juni 2026, siang hari, di toko milik Alfin Setyo Tunggal (37) di Dusun Guwo, Desa Jabontegal, Kecamatan Pungging, Mojokerto.

Kronologi Pencurian di Siang Bolong

Alfin saat itu sedang merawat ikan sekitar 25 meter di depan tokonya. Ia melihat seorang pria mencurigakan keluar masuk toko. Pria tersebut mengenakan hoodie hitam, celana jins, serta topi dan masker hitam. Alfin pun berlari ke dalam rumah untuk memberi tahu istrinya, karena khawatir pria itu berniat membeli sesuatu. Namun, pria itu tidak memanggil pemilik toko seperti pembeli lainnya.

Alfin kemudian menyergap dan menggeledah saku jaket serta celana pelaku. Ia menemukan enam bungkus rokok yang dicuri dari etalase tokonya. Pelaku sempat memberontak, sehingga Alfin terpaksa mengambil parang untuk menakut-nakuti pelaku karena khawatir pelaku membawa senjata tajam.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Permintaan Maaf Pelaku

Penangkapan tersebut direkam oleh istri Alfin. Dalam video, pelaku berulang kali meminta maaf dan merengek. Ia mengaku hanya mencuri rokok dan menunjukkan KTP-nya yang beralamat di Krembung, Sidoarjo. Pelaku juga berniat membayar rokok yang dicurinya, namun Alfin dengan besar hati memaafkannya dan membiarkannya pergi.

"Saya kasihan, barang kali dia hanya khilaf, saya maafkan," ujar Alfin.

Namun, setelah pelaku pergi, istri Alfin mengecek laci toko dan mendapati uang sebesar Rp352.000 telah raib. Alfin segera mengejar pelaku hingga ke Krembung, Sidoarjo, berdasarkan alamat di KTP, tetapi tidak berhasil menemukannya.

Surat Maaf dari Pelaku

Keesokan harinya, Senin (8/6), pelaku kembali mendatangi toko Alfin, bukan untuk mencuri, melainkan menyelipkan surat tulisan tangan di bawah pintu. Surat itu ditemukan istri Alfin setelah subuh. Dalam surat tersebut, pelaku mengakui perbuatannya dan meminta maaf. Ia mengaku nekat mencuri untuk membiayai sekolah anaknya dan berjanji akan mengembalikan uang tersebut dua minggu lagi sebesar Rp400.000.

"Mohon maaf pak buk, kulo kaet kerja gaji digantung. Bapak/Ibu ngapunten seng kata. Saya kepepet pak buk, butuh uang nyari pinjaman gak ada. Kalau gak kebayar gak bisa ikut. Uang bapak Rp 352.000 saya gajian 2 minggu lagi saya kembalikan Rp 400.000. Mohon maaf pak buk. Sekolah anak saya gak bisa ditunda. Saya pertama kali mencuri. Saya gak bakal ulangi lagi," demikian isi surat tersebut.

Komunikasi Lebih Lanjut

Belakangan, pelaku yang diketahui bernama EPB (35), asal Desa Keret, Krembung, Sidoarjo, menghubungi Alfin melalui telepon dan WhatsApp. Ia mengaku nekat mencuri untuk membayar uang semester anaknya agar bisa mengikuti ujian. Pelaku menyatakan ingin meminta maaf secara langsung dan berjanji akan mengembalikan uang pada Jumat atau Sabtu. Alfin bersedia memaafkan asalkan pertemuan dilakukan di Polsek Pungging dengan didampingi polisi.

"Saya bersedia memaafkan kalau di polsek karena saya sudah laporan. Sekalian supaya dia membuat surat pernyataan tidak akan mengulangi dan mengganggu keluarga saya. Karena ada trauma pada istri dan anak saya saat kejadian," ungkap Alfin.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga