Wali Kota Solo, Respati Ardi, diminta untuk menjadi penengah antara dua kubu di Keraton Solo yang berselisih terkait penyelenggaraan Kirab Malam 1 Suro. Dua kubu tersebut adalah PB XIV Purbaya dan PB XIV Mangkubumi, yang sama-sama berencana menggelar acara kirab pada Selasa (16/6) malam.
Permintaan Mediasi dari Keraton
Pelaksana Pelestari, Pengembangan dan Pemanfaatan Keraton Solo, KPH Panembahan Agung Tedjowulan, menginginkan agar Respati Ardi turun tangan menengahi perselisihan ini. Respati menyatakan bahwa pihaknya berada dalam posisi netral dan akan fokus pada menjaga kelancaran, ketertiban, serta kekhidmatan tradisi.
“Bagi kami, yang utama adalah bagaimana tradisi 1 Suro tetap berlangsung khidmat, aman, dan tertib. Kami menghormati dinamika yang ada di internal Keraton Kasunanan. Pemerintah Kota bersama Forkopimda akan fokus pada pengamanan, kelancaran lalu lintas, dan kenyamanan masyarakat yang ingin menyaksikan maupun mengikuti rangkaian tradisi ini,” kata Respati dalam siaran pers pada Kamis (11/6).
Koordinasi dengan TNI dan Polri
Pemkot Solo telah berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk TNI dan Polri, untuk memastikan acara berlangsung aman dan lancar. Menurut Respati, acara ini dapat menjadi ruang tirakat dan refleksi diri bagi masyarakat.
“Semoga acara ini lancar. Saya berharap seluruh pihak dan seluruh masyarakat ikut mendukung kelancaran kegiatan Kirab 1 Suro. Semoga dari kesakralan ini, kita mendapatkan manfaat langsung dan menjadi ruang refleksi diri,” jelasnya.
Respati juga berharap kegiatan budaya ini dapat berdampak positif bagi perekonomian, terutama sektor pariwisata. “Kirab 1 Suro juga menjadi daya tarik tersendiri bagi pariwisata. Saya berharap banyak tamu-tamu yang akan hadir di Kota Solo. Mari kita bersama-sama menjaga kelancaran Kirab 1 Suro,” pungkasnya.
Rapat Mediasi Dijadwalkan
Sebelumnya, KGPH Panembahan Agung Tedjowulan meminta Wali Kota Solo untuk mengakomodir rapat terkait kirab 1 Suro dari dua kubu. Rencananya, rapat tersebut dapat dilaksanakan pada Sabtu (13/6) atau Minggu (14/6).
“Sudah banyak masukan dan sudah banyak analisa, sehingga diambil kesimpulan bahwa tanggal 13 Juni atau 14 Juni nanti, saya tadi dari perwakilan Balai Kota ada, supaya dilaporkan ke Pak Wali, supaya Pak Wali mengundang kita semuanya. Itu, jadi dari saya sama Gusti Wandansari nanti, dari pihak-pihak lain yang terkait dengan masalah keraton ini,” katanya ditemui di Keraton Solo, Rabu (9/6).
Tedjowulan enggan berkomentar banyak mengenai rencana Paku Buwono XIV Purbaya yang juga menggelar kirab pusaka malam 1 Suro. Menurutnya, masalah tersebut akan ditengahi oleh Wali Kota Solo.



