Suami Siri Bunuh Istri di Depok, Jasad Tinggal Kerangka Diduga Alami Kekerasan
Suami Siri Bunuh Istri di Depok, Jasad Tinggal Kerangka

Suami Siri Bunuh Istri di Depok, Jasad Tinggal Kerangka Diduga Alami Kekerasan

Seorang pria berinisial AR (44) ditangkap polisi atas dugaan pembunuhan terhadap istri sirinya, DH (56), di kawasan Meruyung, Limo, Depok. Jasad korban ditemukan dalam kondisi tinggal tulang belulang, menandakan kejadian ini telah berlangsung cukup lama. Polisi mengungkap bahwa motif utama pelaku adalah rasa sakit hati setelah diusir dari rumah oleh korban.

Motif Pembunuhan karena Sakit Hati dan Masalah Ekonomi

Kombes Budi Hermanto, Kabid Humas Polda Metro Jaya, menjelaskan bahwa tersangka AR tidak memiliki pekerjaan tetap dan merasa terluka secara emosional setelah korban mengusirnya dari tempat tinggal. "Tersangka yang diketahui tidak memiliki pekerjaan merasa sakit hati setelah diusir dari rumah oleh korban. Kemudian melakukan tindak pidana pembunuhan," ujarnya dalam keterangan pers pada Senin (9/3/2026).

Selain itu, polisi juga menduga motif ekonomi turut melatarbelakangi kejadian tragis ini. "Motif sementara diduga dilatarbelakangi persoalan ekonomi," tambah Budi Hermanto. Hal ini menunjukkan bahwa tekanan finansial mungkin memperburuk konflik rumah tangga antara pelaku dan korban.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Proses Penangkapan dan Penyidikan

AR berhasil diamankan oleh Tim Subdit 3 Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya pada Minggu (8/3) pukul 15.30 WIB di wilayah Jatimulya, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Saat ini, tersangka masih menjalani proses penyidikan intensif untuk mengungkap lebih detail kronologi kejadian. "Saat ini dalam proses penyidikan Ditreskrimum Polda Metro Jaya," tutur Budi Hermanto.

Dugaan Kekerasan dan Temuan Aneh di TKP

Polisi menyebut ada indikasi kekerasan pada jasad korban, meski belum dapat memerinci lebih lanjut. Jasad tersebut telah dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, untuk menjalani autopsi guna menentukan penyebab kematian yang pasti. "Ada dugaan kekerasan dalam jasadnya," kata Budi Hermanto.

Lebih mengejutkan lagi, dalam identifikasi awal, polisi menemukan taburan bubuk kopi di tubuh korban. "Hasil pengecekan identifikasi ditemukan taburan bubuk kopi di jenazah korban," ungkapnya. Temuan ini menambah misteri kasus dan masih dalam penyelidikan lebih lanjut.

Riwayat Keributan dan Kronologi Penemuan

Menurut keterangan saksi, termasuk Ketua RT setempat berinisial SS, korban dan suami sirinya kerap terlibat keributan rumah tangga. "Menurut keterangan Ketua RT berinisial SS bahwa antara korban dengan suami sirinya pernah memiliki riwayat keributan dalam rumah tangganya," beber Budi Hermanto.

Jasad DH ditemukan oleh anak korban dan pacarnya pada Sabtu (7/3) sekitar pukul 09.00 WIB, saat mereka datang untuk membersihkan rumah. Penemuan ini mengungkap kenyataan pahit bahwa korban telah meninggal dalam keadaan yang mengenaskan, dengan hanya tersisa kerangka.

Kasus ini menyoroti pentingnya penanganan konflik rumah tangga dan perlindungan terhadap korban kekerasan, terutama dalam hubungan yang tidak tercatat secara resmi. Polisi terus mendalami kasus ini untuk memastikan keadilan bagi korban dan keluarganya.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga