Tragedi di Garut: Remaja 14 Tahun Tewas Ditusuk Kakak Kandung Hakim Ghani
Remaja Garut Tewas Ditusuk Kakak Kandung Hakim Ghani

Tragedi di Garut: Remaja 14 Tahun Tewas Ditusuk Kakak Kandung Hakim Ghani

Sebuah insiden tragis mengguncang Desa Sukatani, Kecamatan Cisurupan, Garut, Jawa Barat. Seorang remaja perempuan berinisial JAN (14) tewas mengenaskan setelah ditusuk oleh kakak kandungnya sendiri, pria berinisial RR (27). Kejadian ini terjadi pada Rabu (11/3/2026) sekitar pukul 14.10 WIB, menimbulkan duka mendalam di kalangan warga setempat.

Kronologi Kejadian yang Menggemparkan

Kasat Reskrim Polres Garut, AKP Joko Prihatin, mengonfirmasi bahwa tindak pidana pembunuhan ini menimpa seorang anak di bawah umur dengan pelaku yang merupakan saudara kandung korban. "Benar, telah terjadi tindak pidana pembunuhan di wilayah Cisurupan terhadap anak di bawah umur. Pelaku adalah kakak kandung dari korban," ujar Joko, seperti dilansir dari sumber resmi.

Insiden ini pertama kali diketahui ketika JAN meminta pertolongan kepada warga setempat dalam kondisi kritis. Korban mengalami luka tusukan senjata tajam di bagian dada sebelah kanan, yang diduga menjadi penyebab utama kematiannya. Dua orang saksi segera berusaha menolong JAN, membawanya ke klinik kesehatan terdekat di Kecamatan Cisurupan. Sayangnya, upaya penyelamatan tidak berhasil, dan JAN dinyatakan meninggal dunia.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Respons Cepat Aparat Kepolisian

Mendengar kabar ini, personel Polsek Cisurupan bersama Tim Sancang Polres Garut yang dipimpin Kapolsek Cisurupan, AKP Yulius Siswantoro, segera bergerak menuju TKP. Operasi penyelidikan berlangsung cepat, dan terduga pelaku, RR, berhasil diamankan. "Pelaku sudah kami amankan dengan barang bukti," tegas Joko, menegaskan komitmen pihak kepolisian dalam menangani kasus ini.

Penyidikan masih terus dilakukan untuk mengungkap motif di balik tindakan keji ini. Warga sekitar diliputi rasa shock dan sedih, mengingat hubungan kakak-adik yang seharusnya penuh kasih sayang justru berakhir dengan tragedi memilukan. Kasus ini menyoroti pentingnya perhatian terhadap dinamika keluarga dan pencegahan kekerasan dalam rumah tangga.

Polres Garut menjamin proses hukum akan berjalan transparan, dengan harapan keadilan bagi korban dan keluarga yang berduka. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum diverifikasi, sambil mendukung upaya penegakan hukum yang sedang berlangsung.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga