Fans Bangladesh Tewas Usai Ejek Messi Gagal Penalti di Piala Dunia 2026
Pria Bangladesh Tewas Usai Ejek Messi Gagal Penalti

Kegagalan Lionel Messi mengeksekusi penalti dalam pertandingan babak 16 besar Piala Dunia 2026 antara Argentina dan Mesir tidak hanya mengecewakan penggemar, tetapi juga berujung tragedi bagi seorang pria di Bangladesh. Mohammed Shariful Islam, 35 tahun, tewas setelah terlibat keributan saat menonton pertandingan di sebuah warung teh di Cumilla, Bangladesh.

Kronologi Kejadian

Dalam pertandingan Argentina vs Mesir pada Selasa (7/7/2026), Yasser Ibrahim mencetak gol melalui sundulan pada menit ke-15. Messi memiliki peluang menyamakan kedudukan pada menit ke-21, tetapi gagal mengeksekusi penalti setelah kiper Mostafa Shobeir melakukan penyelamatan gemilang. Menurut laporan media Bangladesh, kegagalan Messi memicu pertengkaran di antara penonton.

Shankar Kumar Das, penanggung jawab Pos Polisi Nazira Bazar, mengatakan bahwa setelah Messi gagal, Shariful mengejek para pendukung Argentina. Seorang saksi mata menirukan ucapan Shariful, "Bapakmu enggak bisa cetak gol (your father could not score a goal)." Situasi kemudian memanas.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Pemukulan dan Kematian

Saat perdebatan berubah menjadi perkelahian, dua warga lokal yang diidentifikasi sebagai Babu dan Main Uddin Malu diduga memukul kepala Shariful. Warga setempat menyelamatkan Shariful dan membawanya ke Rumah Sakit Perguruan Tinggi Kedokteran Cumilla, di mana ia dinyatakan meninggal. Laporan lain di media Prothom Alo mengutip warga setempat dan saksi yang mengatakan bahwa Shariful, seorang pengemudi becak motor, mendukung Mesir selama pertandingan.

Duka Istri Korban

Istri Shariful, Beauty Banu, sangat berduka. "Bagaimana mungkin orang membunuh seseorang hanya karena pertandingan sepak bola? Saya punya dua anak perempuan. Siapa yang akan mereka panggil ayah sekarang? Kedua anak perempuan saya telah menjadi yatim piatu," katanya. Ia menambahkan, "Saya menginginkan hukuman terberat bagi mereka yang membunuh suami saya. Saya adalah wanita miskin dan tak berdaya. Bagaimana saya akan membesarkan kedua anak perempuan saya sekarang? Seluruh keluarga saya telah hancur."

Dampak dan Reaksi

Insiden ini menyoroti bagaimana fanatisme sepak bola bisa berujung pada kekerasan fatal. Kepolisian setempat masih menyelidiki kasus ini. Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak berwenang Bangladesh mengenai perkembangan penyelidikan.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga