Polisi Tegaskan Pembunuhan Pensiunan JICT Murni Pencurian, Bukan Terkait Kasus Korupsi
Polisi menanggapi tegas kasus tewasnya Ermanto Usman (65), seorang pensiunan yang pernah bekerja di Jakarta International Container Terminal (JICT). Korban disebut-sebut tewas karena tengah mengungkap kasus korupsi di tempat kerjanya dahulu, namun polisi membantah hal tersebut.
Penegasan Polisi Soal Motif Pembunuhan
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Iman Imanuddin dengan tegas menyatakan bahwa dari fakta-fakta yang diperoleh, tidak ditemukan kaitan antara pembunuhan ini dengan dugaan pengungkapan kasus korupsi. "Dari fakta-fakta yang diperoleh, kami tidak menemukan ke arah sana," ujar Iman dalam jumpa pers di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (11/3/2026).
Iman menjelaskan bahwa kasus ini murni merupakan tindak pencurian yang disertai dengan tindak pidana pembunuhan. Pelaku diduga melakukan pembunuhan dalam rangkaian aksi pencurian tersebut.
Kronologi Penangkapan Pelaku
Sebelumnya, polisi telah berhasil menangkap pelaku pembunuhan Ermanto Usman di Bekasi, Jawa Barat. Penangkapan dilakukan oleh tim Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya, meskipun identitas pelaku dan jumlah tersangka belum diungkap ke publik.
Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Abdul Rahim membenarkan penangkapan tersebut saat dikonfirmasi pada Selasa (10/3/2026).
Detil Kasus Kematian Ermanto Usman
Ermanto Usman, yang merupakan pensiunan aktif dari Federasi Pekerja Pelabuhan Indonesia, ditemukan tewas di rumahnya di Perumahan Prima Lingkar Asri, Jatibening, Pondok Gede, Kota Bekasi. Kejadian ini terjadi pada Senin (2/3/2026) dini hari.
Polisi menyebutkan bahwa kasus ini bermula dari dugaan perampokan di rumah korban. Jasad Ermanto ditemukan tergeletak di kamar, sementara istrinya yang berinisial P (60) ditemukan dalam kondisi kritis.
Proses Pengungkapan Kasus
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Bekasi Kota Kompol Andi Muhammad mengungkapkan bahwa kasus ini terungkap setelah anak korban merasa curiga karena tidak dibangunkan untuk sahur seperti biasanya.
Berikut kronologi lengkap penemuan korban:
- Anak korban turun dari kamar dan mendapati rumah masih gelap
- Kedua orang tuanya tidak menjawab saat dipanggil
- Pintu kamar orang tua ditemukan dalam kondisi rusak
- Keluarga kemudian membuka paksa jendela kamar
- Kedua korban ditemukan tergeletak, dengan ayahnya tewas dan ibunya dalam kondisi kritis
Polisi terus melakukan penyelidikan mendalam terhadap kasus ini, meskipun telah menegaskan bahwa motif utama adalah pencurian dan bukan terkait dengan aktivitas pengungkapan kasus korupsi yang sempat ramai dibicarakan di media sosial.



