Pembunuhan di Depok Terungkap Setelah 5 Bulan, Pelaku Pakai HP Korban untuk Menyamarkan
Pembunuhan di Depok Terungkap Setelah 5 Bulan, Pelaku Pakai HP Korban

Drama Penyamaran Pembunuh di Depok: Chat Pakai HP Korban Agar Tak Dicurigai

Dalam sebuah kasus kriminal yang menghebohkan, seorang perempuan ditemukan tewas di dalam rumahnya di kawasan Limo, Kota Depok. Jasad korban baru terungkap setelah lima bulan dari peristiwa pembunuhan, menciptakan misteri yang panjang.

Modus Operandi Pelaku: Menyamar Sebagai Korban

Ahmad Ronny Hasiholan (44), yang merupakan suami siri sekaligus pelaku pembunuhan terhadap DH (55), melakukan tindakan licik untuk mengelabui orang-orang di sekitarnya. Ia mengambil alih ponsel milik korban dan menggunakan perangkat tersebut untuk berkomunikasi secara online dengan keluarga serta tetangga, berpura-pura sebagai korban yang masih hidup.

"HP atau handphone milik korban dikuasai oleh tersangka, dan tersangka melakukan komunikasi dengan orang-orang yang ada kaitannya dengan korban ini seolah-olah dirinya sebagai korban," jelas Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Iman Imanuddin dalam konferensi pers di Gedung Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Rabu (11/3/2026).

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Taktik ini berhasil membuat keluarga dan tetangga tidak curiga akan keberadaan korban yang sebenarnya telah meninggal dunia.

Motif Pembunuhan: Cekcok dan Penolakan

Imanuddin mengungkapkan bahwa insiden pembunuhan ini berawal dari pertengkaran antara korban dan pelaku. Korban, yang ingin mengakhiri hubungan, meminta untuk diceraikan, namun permintaan itu ditolak oleh Ahmad Ronny.

"Saat kejadian, itu korban dan tersangka sedang kondisi bertengkar, dan korban meminta untuk diceraikan," tutur Imanuddin.

Emosi pelaku semakin memuncak ketika ia meminta kewajiban sebagai suami, tetapi ditolak oleh korban. Hal ini menyebabkan Ahmad Ronny kehilangan kendali dan melakukan pembunuhan.

"Sesaat sebelum kejadian pembunuhan tersebut, tersangka sempat meminta kewajiban suami istri kepada korban, namun ditolak sehingga tersangka meluap emosinya dan di luar kendali melakukan pembunuhan tersebut," tambahnya.

Upaya Penyembunyian Mayat dan Penemuan

Setelah membunuh korban, pelaku mengambil langkah ekstrem untuk menyembunyikan kejahatannya. Ia menaburi jasad istrinya dengan kopi dalam upaya menghilangkan bau busuk.

"Pengetahuan ini diperoleh oleh tersangka dari tersangka saat bergaul dengan rekannya di tempat pelelangan atau penjualan ikan," ujar Imanuddin.

Mayat korban akhirnya ditemukan lima bulan kemudian, tepatnya pada Jumat (6/3/2026) sekitar pukul 23.00 WIB, ketika dua saksi, Lolla dan Ricky, datang ke rumah untuk membersihkan. Keesokan paginya, Ricky yang membersihkan kamar menyingkap karpet di tumpukan pakaian dan melihat sepasang kaki manusia yang sudah tinggal tulang dengan kulit mengering.

Temuan ini segera dilaporkan ke Ketua RT Sagian Safrudin, yang kemudian meneruskan laporan ke Polsek Cinere. Polisi segera melakukan olah TKP, memeriksa saksi-saksi di sekitar lokasi, serta menganalisis rekaman CCTV.

Pengungkapan Kasus dan Penangkapan Pelaku

Dari hasil penyelidikan yang intensif dan informasi dari masyarakat, keberadaan pelaku akhirnya teridentifikasi. Polisi berhasil menangkap Ahmad Ronny Hasiholan dan menyita barang bukti, termasuk sepeda motor Suzuki Address dan ponsel Infinix milik korban.

Tersangka saat ini menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Polda Metro Jaya untuk mengungkap detail-detail lain dari kasus ini.

Kasus ini menyoroti betapa pentingnya kewaspadaan dalam hubungan interpersonal dan bagaimana teknologi dapat disalahgunakan untuk menutupi kejahatan. Masyarakat diharapkan lebih peka terhadap tanda-tanda kekerasan dalam rumah tangga dan segera melaporkan jika mencurigai adanya tindak kriminal.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga