500 Huntap Korban Bencana Sumatera Rampung, 7.952 Unit Lagi Dibangun
500 Huntap Sumatera Rampung, 7.952 Unit Segera Dibangun

500 Unit Huntap Rampung di Tiga Provinsi

Pemerintah melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) mengumumkan bahwa sebanyak 500 unit hunian tetap (huntap) bagi korban bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat telah selesai dibangun. Menteri PKP Maruarar Sirait menyatakan bahwa pembangunan ini merupakan bagian dari program gotong royong di luar APBN, dengan target total 2.603 unit.

"Sekitar 500 huntap sudah selesai. Bukan huntara ya, huntap yang sudah selesai di tiga provinsi itu," ujar Maruarar dalam konferensi pers di Kantor Kemendagri, Jakarta Pusat, Selasa (21/7/2026).

Tahap Kedua: 7.952 Huntap Baru dengan APBN

Pemerintah menargetkan pembangunan 7.952 huntap baru yang didanai APBN akan dimulai secara masif pada September 2026. Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian merinci bahwa anggaran sebesar Rp2,2 triliun akan digunakan untuk membangun huntap secara komunal di 54 lokasi dengan total luas lahan 198,21 hektare.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

"Jadi 7.952 unit dengan anggaran 2,2 triliun akan dibangunkan huntap kompleks. Lokasinya 54 kompleks dan total lahannya 198 hektare," jelas Tito.

Rincian sebaran huntap meliputi 6.220 unit di Aceh, 919 unit di Sumatera Utara, dan 813 unit di Sumatera Barat.

Proses Tender dan Kesiapan Lahan

Maruarar Sirait menegaskan bahwa proses tender pembangunan huntap telah berjalan. Pemerintah kini tinggal menuntaskan persoalan kesiapan lahan di sejumlah lokasi. "Tadi kita sudah melaporkan kepada Pak Mendagri, yang pertama proses tender sudah berjalan. Kita siap membangun bulan September," kata Ara, sapaan akrabnya.

Pemerintah daerah diminta segera menyelesaikan masalah lahan agar proyek tidak terhambat. Ara menekankan bahwa lokasi relokasi harus aman dari potensi bencana dan dekat dengan fasilitas publik seperti sekolah, pasar, rumah sakit, dan tempat ibadah.

"Saya sudah minta dari awal, lahan yang disiapkan itu benar-benar aman. Jangan kita memindahkan masyarakat yang terkena bencana ke daerah yang tidak aman juga. Jadi supaya jangan nanti kosong, kalau dibuatnya jauh sekali nanti enggak ada yang mau menghuni," ujarnya.

Penyerahan Huntap kepada Penyintas

Huntap yang telah selesai akan segera diserahkan kepada masyarakat. Para penyintas bencana masih menunggu kepastian tempat tinggal. "Kita sudah bisa menyerahkan kepada rakyat, bisa dihuni, karena mereka pengungsi ini sangat-sangat sekali berharap kita menyediakan hunian dengan cepat," kata Maruarar.

Dengan selesainya 500 unit huntap dan rencana pembangunan ribuan unit baru, pemerintah berharap para korban bencana di Sumatera dapat segera memiliki tempat tinggal yang layak dan aman.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga