Polisi Ungkap Modus Pelaku Sebar Isu Penculikan untuk Tutupi Pembunuhan Siswa
Pelaku Sebar Isu Penculikan untuk Tutupi Pembunuhan Siswa

Polisi Tangkap Dua Remaja Pelaku Pembunuhan Siswa SMP di Bandung Barat

Polisi telah berhasil mengamankan dua tersangka remaja berinisial YA (16) dan AP (17) atas dugaan keterlibatan dalam kasus pembunuhan seorang pelajar SMP Negeri 26 Bandung, ZAAQ (14). Mayat korban ditemukan di kawasan eks Kampung Gajah, Bandung Barat, setelah sebelumnya sempat beredar kabar menyesatkan bahwa korban menjadi korban penculikan.

Modus Penyebaran Informasi Palsu untuk Menutupi Kejahatan

Kapolres Cimahi, AKBP Niko N. Adi Putra, mengungkapkan bahwa keluarga korban telah melaporkan kehilangan sejak tanggal 9 Januari 2026. Pada periode tersebut, beredar informasi kuat di masyarakat bahwa ZAAQ menjadi korban penculikan. Namun, hasil penyelidikan mendalam yang dilakukan oleh tim polisi justru mengungkap fakta yang mengejutkan.

Informasi tentang penculikan tersebut ternyata merupakan rekayasa yang sengaja dibuat oleh para pelaku. Polisi menemukan bahwa ponsel milik korban sempat berada dalam penguasaan YA dan AP, yang kemudian mereka gunakan untuk menyebarkan narasi palsu tersebut ke berbagai pihak.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

"Jadi informasi soal korban yang diculik ini, sebetulnya buatan pelaku. Saat itu, ponsel korban ini dalam penguasaan pelaku. Intinya saat ini masih kami dalami dulu hal-hal lainnya," tegas AKBP Niko N. Adi Putra dalam keterangan resminya.

Pengamanan Pelaku dan Latar Belakang Tersangka

Kedua tersangka, YA dan AP, akhirnya berhasil diamankan oleh Unit Resmob Satreskrim Polres Cimahi di kediaman mereka di Desa Banyuresmi, Kabupaten Garut. Sebelum penangkapan ini, mereka sempat melarikan diri ke wilayah Tasikmalaya dalam upaya menghindari kejaran aparat.

Polisi menetapkan YA sebagai pelaku utama dalam pembunuhan siswa SMPN 26 Bandung ini. Kedua tersangka masih berstatus di bawah umur, dengan YA yang tercatat sebagai pelajar di salah satu SMK di Garut, sementara AP sudah tidak bersekolah atau putus sekolah.

Proses Hukum dan Penyidikan Lanjutan

Kasus ini kini masih dalam tahap penyidikan intensif oleh Polres Cimahi. Polisi tengah mendalami berbagai aspek lainnya, termasuk motif pasti di balik pembunuhan ini serta detail kronologis kejadian. Pengakuan dari para tersangka dan bukti-bukti pendukung lainnya masih terus dikumpulkan untuk melengkapi berkas perkara.

Masyarakat diimbau untuk tidak mudah terpancing oleh informasi yang belum jelas kebenarannya, terutama yang beredar melalui media sosial atau pesan berantai. Polisi akan terus memberikan update perkembangan kasus ini melalui kanal resmi.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga