Mutilasi Mengerikan di Medan: Wanita 19 Tahun Dibunuh di Hotel, Mayat Dibawa Motor
Sebuah kasus pembunuhan yang sangat sadis dan mengerikan terjadi di Kota Medan, Sumatera Utara. Seorang wanita muda berinisial RS (19 tahun) ditemukan tewas dalam keadaan mengenaskan di dalam sebuah kontainer boks. Investigasi polisi mengungkapkan bahwa korban diduga dibunuh oleh pelaku di sebuah hotel sebelum mayatnya dibuang.
Kronologi Kejadian Pembunuhan di Hotel Medan Denai
Kapolrestabes Medan, Kombes Jean Calvijn Simanjuntak, menjelaskan bahwa pembunuhan ini terjadi pada tanggal 9 Maret 2026 di salah satu penginapan yang terletak di Kecamatan Medan Denai. Menurut keterangan resmi dari kepolisian, kejadian ini bukan hanya melibatkan pembunuhan, tetapi juga penganiayaan berat serta pencurian dengan kekerasan terhadap korban.
"Kejadian di tanggal 9 Maret kemarin, kasus pembunuhan, penganiayaan, dan pencurian dengan kekerasan," tegas Calvijn saat melakukan prarekontruksi di lokasi hotel pada hari Jumat, 13 Maret 2026.
Modus Pelaku Menghilangkan Jejak dan Mengangkut Mayat
Setelah berhasil membunuh korban, pelaku utama yang berinisial SA (19 tahun) langsung merencanakan cara untuk menghilangkan semua jejak kejahatannya. Pelaku SA keluar dari dalam kamar hotel dan pergi mencari karung goni untuk membungkus tubuh korban. Proses ini dilakukan pada keesokan harinya setelah pembunuhan terjadi.
Untuk melancarkan rencananya, pelaku SA kemudian menghubungi seorang temannya yang berinisial SHR (19 tahun) untuk meminta bantuan. SHR diminta membantu mengambil sebuah boks ke rumah pelaku SA. Tubuh korban yang sudah terbungkus karung goni kemudian dimasukkan ke dalam boks tersebut.
"Tersangka kedua (SHR) masuk ke dalam dengan mengeluarkan motornya, sesuai dengan yang CCTV yang kita dapat dan dibonceng, yang membonceng adalah tersangka 2, yang dibonceng ada tersangka pertama dengan membawa boks tersebut," ujar Kombes Jean Calvijn Simanjuntak menjelaskan rekaman CCTV yang berhasil diamankan.
Pembuangan Mayat di Pinggir Sungai
Kedua pelaku, SA dan SHR, kemudian memboyong boks yang berisi mayat korban menggunakan sepeda motor. Mereka berdua membawa boks tersebut menuju pinggir sungai dan membuangnya di sana. Tindakan ini dilakukan untuk menyembunyikan bukti kejahatan mereka secepat mungkin.
Kasus ini telah menimbulkan keresahan di masyarakat Medan mengingat tingkat kekejaman dan perencanaan yang matang dari para pelaku. Polisi masih terus melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap semua motif dan latar belakang dari pembunuhan ini.
