Polrestabes Medan Ungkap Motif Pembunuhan Wanita dalam Boks di Kota Medan
Polrestabes Medan berhasil mengungkap motif di balik pembunuhan mengerikan terhadap seorang wanita berinisial RS (19) yang ditemukan dalam boks di Kota Medan, Sumatera Utara. Kasus ini mengejutkan masyarakat karena melibatkan dua pelaku berusia muda, yaitu Syawal Ardiansyah alias SA (19) dan Sofwan Habib Rangkuti alias SHR (19), dengan SA sebagai pelaku utama.
Motif Pembunuhan: Kesal Ajakan Seks Tak Wajar Ditolak
Kapolrestabes Medan, Kombes Jean Calvijn Simanjuntak, menjelaskan bahwa motif pembunuhan ini berawal dari penolakan korban terhadap ajakan hubungan seksual tidak wajar dari tersangka SA. "Tersangka SA tersebut sakit hati karena korban menolak dilakukannya hubungan seksual tidak wajar," kata Calvijn, seperti dikutip dari laporan detikSumut pada Selasa (17/3/2026). Penolakan ini memicu kemarahan pelaku, yang akhirnya melakukan tindakan kekerasan hingga menyebabkan kematian korban.
Obsesi dari Video Porno sebagai Pemicu Kekerasan Seksual
Lebih lanjut, Calvijn mengungkap bahwa obsesi tersangka SA terhadap video porno seksual tidak wajar dari sebuah aplikasi menjadi faktor pendorong tindak pidana ini. "Satu obsesi kenapa tersangka melakukan kekerasan seksual tak wajar karena kerap kali menonton video porno seksual yang tidak wajar dari salah satu aplikasi. Inilah obsesi tersangka melakukan tindak pidana kekerasan seksual," jelasnya. Hal ini menunjukkan pengaruh konten negatif dalam memicu perilaku kriminal yang ekstrem.
Pencurian Barang Korban untuk Menghilangkan Jejak
Selain melakukan pembunuhan, pelaku SA juga mengambil barang-barang milik korban, seperti handphone dan cincin, dengan tujuan menghilangkan jejak kejahatan. "Tersangka mengambil barang korban, milik korban, dengan niat awal ingin menghilangkan jejak dan barang bukti dengan cara menjualnya, tapi tidak terlaksana," ucap Calvijn. Upaya ini gagal, sehingga barang bukti tetap dapat diamankan oleh pihak kepolisian untuk mendukung penyelidikan lebih lanjut.
Dampak Kasus dan Upaya Penanganan
Kasus ini menyoroti pentingnya pengawasan terhadap konten digital dan pendidikan kesehatan mental bagi generasi muda. Polrestabes Medan terus melakukan penyelidikan mendalam untuk memastikan semua aspek hukum terpenuhi, sambil mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi kekerasan yang dapat dipicu oleh faktor-faktor seperti penolakan dan pengaruh media.
