Kilas Balik Pembunuhan Tokoh Oposisi Bulgaria dengan Racun Risin di Halte Bus
Salah satu kasus pembunuhan paling terkenal selama masa Perang Dingin terjadi pada 11 September 1978, ketika Georgi Markov, seorang penulis naskah drama dan tokoh pembelot dari Bulgaria, tewas di London. Markov dikenal karena laporan-laporan pedasnya tentang kehidupan kelas atas Komunis di Bulgaria, yang membuatnya menjadi target berulang kali.
Momen Tragis di Halte Bus
Setelah meninggalkan kantornya di Bush House, London, Markov berjalan melintasi Jembatan Waterloo untuk naik kereta pulang. Saat menunggu di halte bus, ia merasakan tusukan benda tajam di pahanya dan melihat seorang pria mengambil payung. Empat hari kemudian, Markov meninggal dunia akibat demam tinggi.
Pemeriksaan post-mortem dengan bantuan ilmuwan dari Porton Down, Inggris, mengungkap bahwa ia dibunuh oleh butiran yang mengandung 0,2 miligram racun risin. Pembunuhan ini hanya terdeteksi karena butiran racun tidak larut sepenuhnya.
Keterlibatan KGB dan Intelijen Bulgaria
Operasi pembunuhan ini diduga didukung oleh staf teknis KGB Soviet dan melibatkan banyak anggota senior polisi rahasia Bulgaria. Meskipun ada kerja sama erat antara otoritas Inggris, Bulgaria, dan Interpol, pembunuhnya tidak pernah tertangkap.
- Pada Juni 1992, Jenderal Vladimir Todorov, mantan kepala intelijen Bulgaria, dihukum 16 bulan penjara karena menghancurkan materi kasus.
- Jenderal Stoyan Savov, wakil menteri dalam negeri Bulgaria, bunuh diri sebelum persidangan.
- Vasil Kotsev, mata-mata Bulgaria yang diyakini sebagai komandan operasional, meninggal dalam kecelakaan mobil yang tidak dapat dijelaskan.
Kasus ini menyoroti penggunaan metode pembunuhan terselubung selama Perang Dingin, dengan payung menjadi alat yang tidak biasa untuk menyembunyikan racun mematikan.



