JAKARTA - Erin Wartia dengan tegas membantah tuduhan penganiayaan yang dilayangkan oleh mantan asisten rumah tangganya (ART), Herawati. Dalam pernyataannya, Erin menyatakan bahwa tuduhan mengenai kekerasan fisik yang viral di media sosial tersebut sama sekali tidak benar.
Bantahan Erin Wartia
Didampingi kuasa hukumnya, Sunan Kalijaga dan Ery Kertanegara, Erin mengaku siap membuktikan bahwa dirinya tidak pernah melakukan tindakan pemukulan maupun penendangan seperti yang dituduhkan. "Tidak benar sama sekali. Saya punya buktinya, saya punya CCTV-nya, punya chat komplain ke yayasannya, dan komunikasi sama pembantunya pun saya ada semua," ujar Erin Wartia dalam konferensi pers di kawasan Senayan, Selasa (5/5/2026).
Bukti yang Dimiliki
Erin menjelaskan bahwa ia memiliki rekaman CCTV yang merekam aktivitas di rumahnya, serta bukti komunikasi berupa chat dengan yayasan yang menaungi ART tersebut. Ia juga menunjukkan bahwa ia selalu berkomunikasi dengan Herawati secara baik-baik. "Semua bukti itu akan kami serahkan kepada pihak berwajib untuk membuktikan bahwa tuduhan ini palsu," tambahnya.
Kasus ini bermula ketika Herawati melaporkan Erin ke polisi atas dugaan penganiayaan. Laporan tersebut kemudian menyebar luas di media sosial dan menuai berbagai reaksi dari publik. Namun, Erin menegaskan bahwa ia adalah korban fitnah dan akan menempuh jalur hukum untuk membersihkan namanya.
Kuasa hukum Erin, Sunan Kalijaga, menyatakan bahwa pihaknya telah mengumpulkan barang bukti yang kuat. "Kami optimistis klien kami tidak bersalah. Bukti-bukti seperti CCTV dan chat akan menjadi alat bukti yang sah di pengadilan," ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, Herawati belum memberikan tanggapan atas bantahan Erin. Kasus ini masih dalam proses penyelidikan oleh kepolisian.



