Polisi berhasil mengamankan tiga orang anggota geng motor yang terlibat aksi tawuran di wilayah Tamansari, Kabupaten Bogor. Para pelaku diduga telah merencanakan aksi tawuran dengan membawa berbagai jenis senjata tajam.
Penangkapan Berdasarkan Laporan Patroli Cyber
Kapolsek Tamansari, Iptu Azis Hidayat, mengungkapkan bahwa ketiga pelaku ditangkap setelah pihaknya menerima laporan dari Patroli Cyber Posko Resmob Polres Bogor. Laporan tersebut menyebutkan adanya sekelompok pemuda yang diduga sebagai anggota geng motor yang akan melakukan tawuran. Polisi segera bergerak menuju lokasi kejadian.
“Setelah mendapatkan laporan, kami langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP). Sesampainya di TKP, kami mendapati dua kelompok pemuda yang sedang terlibat tawuran,” kata Azis pada Minggu, 3 Mei 2026. “Dengan bantuan warga sekitar, kami berhasil membubarkan aksi tawuran tersebut dan mengamankan tiga orang pelaku,” imbuhnya.
Identitas Pelaku dan Barang Bukti
Tiga pelaku yang diamankan berinisial FR (17), AL (18), dan AF (17). Dari tangan para pelaku, polisi menyita sejumlah barang bukti, antara lain senjata tajam jenis celurit dan empat unit sepeda motor yang digunakan dalam aksi tawuran.
“Para pelaku aksi tawuran ini kebanyakan masih berusia di bawah umur dan tercatat sebagai pelajar di salah satu sekolah di daerah Bogor. Mereka adalah warga Kota Bogor yang menyerang kelompok pemuda dari Kecamatan Tamansari,” ungkap Azis.
Perencanaan Melalui Media Sosial
Azis menjelaskan bahwa kedua kelompok yang terlibat tawuran telah berjanjian melalui media sosial Instagram. Setelah sepakat mengenai lokasi, mereka melancarkan aksi tawuran dengan membawa senjata tajam.
“Dari keterangan tiga pelaku yang diamankan, diketahui bahwa sebelum melakukan aksi tawuran, mereka sudah berjanjian melalui medsos IG untuk melakukan tawuran dan menentukan lokasi yang telah disepakati,” jelas Azis.
Pembinaan dan Tidak Ada Korban
Kapolsek menambahkan bahwa perlu dilakukan pembinaan di tingkat sekolah agar para pelaku tidak mengulangi perbuatannya. Beruntung, dalam aksi tawuran tersebut tidak ada korban luka maupun jiwa.
“Perlu dilakukan pembinaan di tingkat sekolah agar para pelaku aksi tawuran tidak mengulangi perbuatannya. Dalam kejadian ini, tidak ada korban luka dan jiwa,” tutup Azis.



