Media sosial kembali dihebohkan dengan unggahan yang mengklaim adanya bantuan insentif sebesar Rp 7 juta bagi guru berstatus aparatur sipil negara (ASN) atau pegawai negeri sipil (PNS). Unggahan tersebut mulai beredar pada 26 April 2025 dan menyertakan tautan yang diklaim sebagai akses pendaftaran. Tautan tersebut juga menampilkan foto Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti.
Klaim Bantuan Insentif Dipastikan Hoaks
Pihak Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah memastikan bahwa informasi tersebut adalah kabar bohong atau hoaks. Tidak ada program bantuan insentif sebesar Rp 7 juta untuk guru ASN seperti yang disebutkan dalam unggahan tersebut. Masyarakat diminta untuk tidak mudah percaya dan tidak mengklik tautan yang disertakan.
Modus Penipuan Berkedok Bantuan
Lebih lanjut, unggahan tersebut diduga kuat merupakan modus penipuan. Pelaku biasanya memanfaatkan momen tertentu untuk menyebarkan informasi palsu dengan iming-iming bantuan uang. Tujuan utamanya adalah untuk mengelabui korban agar mengklik tautan berbahaya atau memberikan data pribadi yang sensitif.
Imbauan untuk Masyarakat
Kemendikdasmen mengimbau kepada seluruh guru dan masyarakat umum untuk selalu memverifikasi informasi yang diterima, terutama yang berkaitan dengan bantuan keuangan. Pastikan sumber informasi resmi dari kanal komunikasi pemerintah yang terpercaya. Jika menemukan unggahan serupa, segera laporkan ke pihak berwenang agar dapat ditindaklanjuti.
Jangan pernah mengklik tautan yang mencurigakan atau memberikan data pribadi seperti nomor rekening, KTP, atau password kepada pihak yang tidak bertanggung jawab. Selalu waspada terhadap segala bentuk penipuan yang mengatasnamakan pemerintah.



