Momen 30 Menit Pembunuh Bawa Jasad WN Singapura Sebelum Dibuang ke Cilacap
30 Menit Pembunuh Bawa Jasad WN Singapura Sebelum Dibuang

Momen 30 Menit Pembunuh Bawa Jasad WN Singapura Sebelum Dibuang ke Cilacap

Kasus pembunuhan yang menghebohkan terjadi terhadap seorang warga negara Singapura berinisial S (80 tahun). Korban tewas setelah dieksekusi dengan cara dipukul lehernya sebanyak dua kali menggunakan bambu di salah satu rumah di Perumahan Bumi Mutiara Indah, Sukabumi. Peristiwa tragis ini terjadi pada 16 Februari pukul 19.30 WIB.

Jasad Ditemukan di Bendung Menganti dengan Pemberat Semen

Jasad korban kemudian ditemukan oleh warga pada Jumat, 20 Februari pukul 14.30 WIB di Bendung Menganti, Kecamatan Wanareja, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Kapolresta Cilacap, Kombes Budi Adhy Buono, menjelaskan bahwa pelaku sengaja menggunakan adonan semen sebagai pemberat agar jasad korban tidak mudah ditemukan.

"Dibuang di sungai atau bendungan tersebut, agar jenazah tidak muncul ke permukaan karena digunakan pemberat dari adonan semen," kata Budi seperti dilansir dari sumber berita. Jasad korban dibungkus dengan plastik dan dilakban, kemudian diberi cor semen sebagai pemberat untuk memastikannya tenggelam.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Pelaku Berkeliling 30 Menit Mencari Lokasi Pembuangan

Setelah korban meninggal, pelaku tidak langsung membuang jasadnya. Mereka sempat berkeliling selama sekitar 30 menit membawa jasad korban untuk mencari lokasi pembuangan yang tepat. Menurut Budi, pelaku kemudian kembali ke lokasi awal untuk berdiskusi sebelum akhirnya memutuskan membuang jasad ke Cilacap.

"Setelah dieksekusi dibawa muter dulu sekitar 30 menit, kemudian kembali lagi untuk komunikasi, selanjutnya keluar untuk membuang jasadnya di Bendung Menganti Cilacap menggunakan mobil yang sudah disiapkan," ujar Kapolresta Cilacap. Ini menunjukkan bahwa pembuangan jasad bukanlah tindakan spontan, melainkan telah direncanakan dengan matang.

Lokasi Pembuangan Dipilih Secara Sengaja

Dari hasil penyidikan, polisi menyimpulkan bahwa jasad korban tidak dibuang secara acak. Pelaku sengaja memilih lokasi Bendung Menganti di wilayah perbatasan Cilacap sebagai tempat pembuangan. Pemilihan lokasi ini diduga untuk menyulitkan proses penemuan dan identifikasi korban.

Kasus ini telah menimbulkan keresahan di masyarakat, terutama mengingat modus operandi yang terlihat terencana. Polisi terus melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap motif di balik pembunuhan ini dan menangkap semua pihak yang terlibat.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga