Sebuah video yang beredar di media sosial mengklaim mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengumumkan program dana bantuan pensiun tahun 2026. Namun, setelah ditelusuri oleh Tim Cek Fakta Kompas.com, video tersebut terbukti palsu dan merupakan hasil manipulasi menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI).
Kronologi Penyebaran Video Palsu
Video tersebut pertama kali muncul di platform Facebook dan dibagikan oleh sejumlah akun. Dalam narasinya, masyarakat yang tertarik mendapatkan bantuan diminta untuk menghubungi pengunggah melalui Facebook Messenger. Akun-akun tersebut diduga sengaja menyebarkan informasi menyesatkan untuk menjaring korban.
Verifikasi Tim Cek Fakta
Tim Cek Fakta Kompas.com melakukan penelusuran mendalam terhadap video tersebut. Dengan menggunakan alat deteksi AI dan analisis forensik digital, mereka menemukan sejumlah kejanggalan yang mengindikasikan bahwa video itu bukanlah rekaman asli. Misalnya, gerakan bibir Mahfud MD tidak sinkron dengan suara, serta terdapat artefak visual yang umum pada video hasil generasi AI.
“Kami memastikan bahwa video tersebut adalah deepfake yang memanfaatkan teknologi AI untuk meniru penampilan dan suara Pak Mahfud,” ujar salah satu anggota Tim Cek Fakta Kompas.com. “Tidak ada program bantuan pensiun 2026 yang diresmikan oleh beliau.”
Imbauan untuk Masyarakat
Masyarakat diimbau untuk selalu waspada terhadap informasi yang beredar di media sosial, terutama yang menawarkan bantuan keuangan dengan iming-iming mudah. Verifikasi silang dengan sumber resmi sangat penting sebelum mempercayai atau menyebarkan informasi tersebut. Pemerintah dan lembaga terkait tidak pernah menyalurkan bantuan melalui mekanisme pesan pribadi di Facebook.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa teknologi AI semakin canggih dan dapat disalahgunakan untuk menciptakan konten palsu. Literasi digital dan kritis terhadap informasi menjadi kunci untuk melindungi diri dari penipuan serupa.



