KOMPAS.com - Mantan pecandu narkotika masih menghadapi tantangan besar setelah menyelesaikan program rehabilitasi dan kembali ke tengah masyarakat. Badan Narkotika Nasional (BNN) RI menyebut stigma sosial dan keterbatasan akses kerja menjadi dua persoalan yang kerap menghambat proses pemulihan mereka.
Pentingnya Kesempatan Kerja
Kepala BNN RI Komisaris Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto mengatakan, kesempatan kerja memiliki peran penting dalam menjaga keberlanjutan pemulihan mantan pecandu narkoba. Menurut dia, pekerjaan dapat membantu mereka hidup lebih mandiri sekaligus mengurangi risiko kekambuhan atau relapse. Dengan bekerja, mantan pecandu dapat mengisi waktu secara produktif dan membangun kembali rasa percaya diri yang sempat hilang akibat penyalahgunaan narkoba.
Stigma Sosial yang Masih Melekat
Stigma sosial menjadi hambatan utama bagi mantan pecandu untuk mendapatkan pekerjaan. Banyak perusahaan enggan mempekerjakan mereka karena dianggap tidak dapat dipercaya atau berisiko tinggi. Padahal, setelah melalui rehabilitasi, mereka telah dibekali keterampilan dan pembinaan mental untuk kembali berfungsi secara normal dalam masyarakat. Stigma ini tidak hanya mempengaruhi aspek ekonomi, tetapi juga psikologis mantan pecandu, yang dapat memicu rasa putus asa dan meningkatkan risiko kekambuhan.
Keterbatasan Akses Kerja
Selain stigma, keterbatasan akses terhadap lowongan pekerjaan juga menjadi kendala. Mantan pecandu seringkali tidak memiliki jaringan atau informasi yang memadai tentang peluang kerja. Program rehabilitasi seharusnya diikuti dengan program pelatihan kerja dan pendampingan untuk memudahkan mereka memasuki pasar kerja. BNN terus berupaya bekerja sama dengan berbagai pihak untuk menciptakan lapangan kerja yang ramah bagi mantan pecandu narkoba.
Upaya Mengatasi Hambatan
Untuk mengatasi masalah ini, BNN mendorong adanya program reintegrasi sosial yang komprehensif, termasuk pelatihan vokasional, bimbingan kewirausahaan, dan kampanye anti-stigma di masyarakat. Dukungan dari keluarga dan komunitas juga sangat penting dalam proses pemulihan. Masyarakat perlu diberikan pemahaman bahwa mantan pecandu yang telah pulih berhak mendapatkan kesempatan kedua untuk hidup lebih baik.
Dengan mengatasi stigma dan meningkatkan akses kerja, diharapkan mantan pecandu narkoba dapat menjalani kehidupan yang produktif dan terbebas dari jeratan narkoba secara permanen.



