Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman menyatakan bahwa Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama TNI dan Polri berhasil mengungkap 59 jaringan sindikat narkotika dalam satu tahun terakhir. Dari jumlah tersebut, tujuh di antaranya merupakan jaringan peredaran narkotika berskala internasional. Pernyataan ini disampaikan Dudung dalam rangka peringatan Hari Anti Narkotika Internasional, Sabtu (27/6/2026), di Jakarta.
Penyelundupan Ratusan Ton Narkoba Digagalkan
Selain mengungkap jaringan, aparat penegak hukum juga berhasil menggagalkan penyelundupan lebih dari 200 ton narkotika. Nilai ekonomi dari barang bukti yang disita diperkirakan mencapai Rp 29 triliun. Menurut Dudung, capaian ini menunjukkan komitmen serius pemerintah dalam memberantas peredaran narkotika untuk melindungi masyarakat, terutama generasi muda, dari bahaya penyalahgunaan narkoba.
"Peringatan ini juga menjadi momentum untuk kembali meneguhkan langkah bersama melawan peredaran dan penggunaan narkoba sebagai musuh nyata yang mengancam masa depan Indonesia," ujar Dudung dalam keterangan resmi yang dikutip dari Antara.
Kolaborasi Semua Elemen Bangsa Diperkuat
Dudung menegaskan bahwa peringatan Hari Anti Narkotika Internasional tidak boleh sekadar menjadi kegiatan seremonial tahunan. Momentum ini harus dimanfaatkan untuk memperkuat kolaborasi seluruh elemen bangsa dalam memerangi narkoba. Ia mengingatkan bahwa ancaman penyalahgunaan narkotika masih sangat serius. Berdasarkan data BNN, prevalensi penyalahgunaan narkoba pada 2026 masih berada di atas dua persen, atau mencakup lebih dari empat juta orang di Indonesia.
"Angka tersebut bukan sekadar statistik, karena di balik setiap kasus penyalahgunaan narkoba terdapat dampak sosial yang dirasakan keluarga dan lingkungan sekitar," kata Dudung. Ia menambahkan, "Narkoba tidak mengenal batas usia, tidak mengenal status sosial, dan tidak mengenal batas wilayah. Kita sebagai bangsa punya tekad bersama untuk memberantas narkotika."
Peran Aktif Masyarakat dan Keluarga
Dudung mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif dalam mencegah penyalahgunaan narkoba, dimulai dari lingkungan keluarga. Langkah ini dinilai penting untuk melindungi generasi penerus bangsa dari ancaman narkotika. "Upaya pemberantasan narkoba merupakan bagian dari komitmen pemerintah yang sejalan dengan pelaksanaan Asta Cita, khususnya dalam mewujudkan sumber daya manusia yang unggul dan berkualitas," jelas Dudung.
Pemerintah berharap dengan pengungkapan puluhan jaringan ini dan penggagalan penyelundupan dalam jumlah besar, efek jera dapat tercipta bagi para pelaku kejahatan narkotika. Kolaborasi antara BNN, TNI, Polri, dan masyarakat dinilai sebagai kunci keberhasilan dalam memberantas peredaran narkoba di Indonesia.



