Korsel Ubah Strategi Pertahanan dengan Drone
Korea Selatan akan melatih seluruh personel militernya agar mampu mengoperasikan drone dalam perombakan besar strategi pertahanan negara tersebut. Rencana itu disampaikan Menteri Pertahanan Korea Selatan Ahn Gyu-back pada Jumat (26/6/2026).
Ia mengatakan, kemampuan mengoperasikan drone kini harus menjadi keterampilan dasar bagi setiap prajurit. “Semua prajurit harus mampu menggunakan drone seperti senjata api pribadi kedua,” kata Ahn, dikutip dari The Guardian.
Drone sebagai Keterampilan Dasar Prajurit
Pernyataan Ahn menandai perubahan signifikan dalam doktrin militer Korsel. Selama ini, drone biasanya dioperasikan oleh unit khusus atau personel yang terlatih secara spesifik. Namun, dengan meningkatnya penggunaan drone dalam konflik modern, Korsel memutuskan untuk menjadikan kemampuan ini sebagai standar bagi semua prajurit.
Langkah ini diambil seiring dengan meningkatnya ancaman dari Korea Utara yang juga gencar mengembangkan kemampuan drone. Korsel ingin memastikan setiap prajurit siap menghadapi situasi perang asimetris di mana drone memainkan peran kunci.
Dampak terhadap Kesiapan Tempur
Pelatihan massal ini diperkirakan akan memakan waktu dan sumber daya yang tidak sedikit. Namun, Ahn menegaskan bahwa investasi ini penting untuk menjaga superioritas militer Korsel. “Kita harus beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan medan perang. Drone bukan lagi alat tambahan, melainkan kebutuhan inti,” ujarnya.
Selain pelatihan, Korsel juga berencana meningkatkan produksi drone dalam negeri untuk memenuhi kebutuhan operasional. Langkah ini juga diharapkan mendorong industri pertahanan lokal dan menciptakan lapangan kerja baru di sektor teknologi militer.



