Kematian El Mencho Picu Kekhawatiran Perang Kartel di Meksiko Jelang Piala Dunia 2026
Selama bertahun-tahun, pemerintah populis sayap kiri di Meksiko telah menganjurkan pendekatan damai dengan kartel narkoba melalui kebijakan "Pelukan, bukan tembakan". Namun, situasi berubah drastis dengan tewasnya Nemesio Oseguera Cervantes, alias "El Mencho", salah satu gembong narkoba paling berpengaruh di negara itu, setelah baku tembak dengan pasukan keamanan.
Anggota kartel yang diduga terlibat kemudian menyebarkan ketakutan dan teror di sebagian besar wilayah Meksiko, dengan puluhan orang dilaporkan tewas dalam serangkaian aksi kekerasan. Wakil Menteri Luar Negeri AS Christopher Landau menyambut positif operasi pasukan dalam memburu El Mencho sebagai "kemajuan pesat bagi Meksiko, AS, Amerika Latin, dan seluruh dunia."
Siapakah "El Mencho" dan Peran CJNG?
Sebagai kepala Kartel Generasi Baru Jalisco (CJNG), El Mencho adalah tokoh kunci dalam perdagangan narkoba internasional. Menurut platform investigasi Insight Crime, Oseguera yang sebelumnya adalah seorang petugas kepolisian telah dipenjara di AS karena pelanggaran narkoba pada tahun 1990-an, tetapi pamornya sebagai pemimpin kartel baru dimulai satu dekade kemudian.
Dibandingkan dengan gembong narkoba lainnya seperti Joaquín "El Chapo" Guzmán, Oseguera menjalani kehidupan yang relatif tertutup. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah anggota keluarganya telah ditangkap dan dihukum di Meksiko dan Amerika Serikat karena kasus narkoba atau kejahatan terkait seperti pencucian uang.
Oseguera mendirikan CJNG sekitar tahun 2010 di negara bagian Jalisco dan memperluas pengaruhnya melalui pertempuran sengit melawan kartel lain. CJNG, yang dipersenjatai dengan kekuatan militer, kini aktif di hampir seluruh wilayah Meksiko dan dianggap sebagai salah satu geng kriminal paling kuat di kawasan. Pada tahun 2025, AS mengklasifikasikan CJNG sebagai organisasi teroris, dengan tuduhan kejahatan termasuk perdagangan manusia dan pencurian minyak.
Dampak Kematian El Mencho bagi Keamanan Meksiko
Pada hari Minggu (22/02), anggota CJNG melakukan serangkaian aksi kekerasan di 20 dari 31 negara bagian Meksiko, termasuk mendirikan barikade jalan dengan mobil terbakar dan menyerang pangkalan Garda Nasional. Pihak berwenang di Jalisco mengumumkan siaga darurat, membatalkan semua penerbangan internasional di bandara Puerto Vallarta, dan mendesak warga untuk tetap di dalam ruangan.
Pengalaman menunjukkan bahwa kartel narkoba tidak otomatis bubar ketika kehilangan pemimpinnya. Oleh karena itu, dua skenario dianggap mungkin terjadi:
- Perebutan kekuasaan internal terkait suksesi kepemimpinan.
- Organisasi pesaing berupaya memperkuat kendali atas wilayah kekuasaan.
Kedua skenario tersebut di masa lalu telah memicu siklus kekerasan yang berkepanjangan. Meningkatnya kekerasan kurang dari empat bulan sebelum pertandingan Piala Dunia pertama pada 2026 dapat menimbulkan masalah serius bagi Meksiko, yang dianggap sebagai negara paling tidak aman di antara tiga tuan rumah FIFA.
Perubahan Kebijakan dan Tekanan Internasional
Tindakan tegas terhadap El Mencho menandai titik balik dalam kebijakan narkoba Meksiko. Selama masa kepresidenan Andres Manuel López Obrador (2018-2024), upaya perdamaian tidak resmi dengan kartel gagal mengurangi angka pembunuhan, dengan Kantor PBB untuk Narkoba dan Kejahatan mencatat lebih dari 30.000 pembunuhan per tahun antara 2017 dan 2023.
Penerusnya, Claudia Sheinbaum, sejak menjabat pada akhir 2024, telah mengadopsi pendekatan yang lebih konfrontatif. David Mora, analis Meksiko di International Crisis Group, menyatakan bahwa militer kini "jauh lebih agresif terhadap kelompok-kelompok kriminal." Para ahli mengaitkan perubahan ini dengan meningkatnya tekanan dari AS, di mana Presiden Donald Trump mengancam pengerahan militer jika Meksiko tidak bertindak tegas terhadap perdagangan narkoba.
Kematian El Mencho bukan hanya peristiwa lokal, tetapi memiliki implikasi global, terutama dengan Piala Dunia 2026 yang akan diselenggarakan di Kanada, AS, dan Meksiko. Langkah-langkah pengamanan di sekitar stadion mungkin perlu ditingkatkan, dan kekhawatiran keamanan dapat memengaruhi keputusan wisatawan untuk berkunjung.



