Longsor Gunung Sampah Bantargebang Tewaskan 4 Orang, Dipicu Hujan Ekstrem 264 mm
Longsor Sampah Bantargebang Tewaskan 4, Dipicu Hujan Ekstrem

Longsor Gunung Sampah di Bantargebang Tewaskan Empat Orang, Dipicu Hujan Ekstrem

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan bahwa longsor gunung sampah di Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat, diduga kuat dipicu oleh hujan ekstrem yang melanda wilayah Jakarta dan sekitarnya. Peristiwa tragis ini terjadi pada hari Minggu, 8 Maret 2026, dan menelan korban jiwa sebanyak empat orang.

Kronologi dan Lokasi Kejadian

Longsor terjadi di Zona 4A TPST Bantargebang tepat pada pukul 14.30 WIB. Akibatnya, jalan operasional serta aliran Sungai Ciketing tertutup oleh timbunan sampah sepanjang kurang lebih 40 meter. Pramono Anung menjelaskan hal ini dalam konferensi pers di Balai Kota DKI Jakarta pada Senin, 9 Maret 2026.

"Peristiwa longsor tersebut di Zona 4A pada pukul 14.30 diduga dipicu oleh hujan ekstrem pada hari Minggu yang menyebabkan jalan operasional dan Sungai Ciketing sepanjang 40 meter tertutup sampah," ujar Pramono.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Faktor Pemicu: Curah Hujan Tinggi

Gubernur menekankan bahwa curah hujan yang sangat tinggi dengan durasi panjang menjadi faktor utama terjadinya bencana ini. Pada hari Minggu, 8 Maret 2026, curah hujan tercatat mencapai 264 milimeter per hari, yang termasuk dalam kategori ekstrem untuk wilayah Jakarta.

"Kemarin itu 264 mm per hari. Itu termasuk salah satu curah hujan yang tinggi di Jakarta. Dan kemudian karena hujan yang lama, masuk ke dalam sampah, menyebabkan sliding atau licin kemudian longsor ke bawah," jelas Pramono lebih lanjut.

Korban Meninggal dan Operasi Tanggap Darurat

Empat korban meninggal dunia dalam insiden ini terdiri dari dua sopir truk, satu pedagang perempuan berusia sekitar 60 tahun, dan satu pemulung perempuan. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah mengaktifkan operasi tanggap darurat untuk menangani dampak longsor.

Penanganan dilakukan oleh tim gabungan yang melibatkan:

  • Basarnas
  • TNI
  • Polri
  • BPBD
  • Dinas Pemadam Kebakaran

Operasi ini didukung oleh 19 unit ekskavator dan tujuh ambulans untuk proses evakuasi dan pemulihan.

Data Korban dan Evakuasi

Sebelumnya, korban tewas dilaporkan bertambah dari tiga menjadi empat orang. Peristiwa terjadi di Zona 4C TPST Bantargebang, Kelurahan Cikiwul, Kecamatan Bantargebang, sekitar pukul 14.00 WIB. Korban yang teridentifikasi antara lain Enda Widayanti (25), Sumine (60), Dedi Sutrisno, dan Irwan Suprihatin.

Selain korban tewas, dua orang berhasil selamat dari longsoran, yaitu Setiabudi dan Johan. Proses evakuasi masih berlangsung, dengan dugaan adanya korban lain dan beberapa truk sampah yang masih tertimbun material.

Kantor SAR Jakarta mengonfirmasi bahwa jenazah korban telah dibawa ke RSUD Kota Bekasi untuk identifikasi lebih lanjut. Operasi pencarian dan pembersihan terus dilakukan untuk memastikan keamanan di lokasi.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga