KLH Usut Longsor di TPST Bantargebang, 6 Korban Jiwa Tewas dalam Tragedi Sampah
Longsor di Bantargebang: 6 Tewas, KLH Turunkan Tim Investigasi

KLH Usut Longsor di TPST Bantargebang, 6 Korban Jiwa Tewas dalam Tragedi Sampah

Wakil Menteri Lingkungan Hidup (Wamen LH) Diaz Hendropriyono menyampaikan dukacita mendalam atas peristiwa longsor sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Bekasi, yang telah menelan korban jiwa. Dalam keterangannya pada Selasa (10/3/2026), Diaz mengungkapkan bahwa Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) telah menurunkan tim untuk menyelidiki insiden tragis ini.

"Saya turut berdukacita yang mendalam atas peristiwa yang terjadi di Bantargebang," kata Diaz kepada wartawan. Ia menekankan bahwa masalah persampahan di Indonesia bukanlah hal sepele, melainkan masalah serius yang memerlukan perhatian ekstra.

Data Korban dan Investigasi Mendalam

Berdasarkan data per Senin (9/3) malam, terdapat 13 korban yang terdiri dari 6 jasad telah ditemukan, 6 korban luka-luka, dan 1 korban masih dalam pencarian. Diaz menegaskan bahwa angka ini bersifat dinamis dan dapat berubah seiring perkembangan pencarian.

"Dari KLH sendiri, kami menyayangkan hal ini bisa terjadi, dan semoga ini bisa membangunkan kita semua bahwa masalah persampahan di Indonesia bukanlah masalah sepele. Ini sudah benar-benar masalah serius, bahkan masalah eksistensialisme," ungkapnya.

Untuk menangani dugaan kelalaian dalam pengelolaan, KLH telah mengerahkan tim Penegakan Hukum (Gakkum) dan tim Pengelolaan Sampah, Limbah, dan B3 ke lokasi. Selain itu, posko lintas kementerian telah dibentuk di TPST Bantargebang untuk koordinasi lebih lanjut.

Koordinasi dengan Kepolisian dan Santunan Korban

Diaz menyatakan bahwa tim Gakkum KLH telah berkoordinasi dengan Polda Metro Jaya terkait penanganan kasus ini. Proses penyelidikan kemungkinan akan ditangani oleh Gakkum KLH, dengan mempertimbangkan potensi pidana berdasarkan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, mengingat adanya korban meninggal.

"Untuk potensi pidananya seperti apa, nanti tim Gakkum yang akan menilai berdasarkan peraturan yang berlaku, termasuk UU 32/2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, karena adanya korban yang meninggal," paparnya.

KLH juga berkomitmen untuk memberikan santunan kepada korban dan keluarga yang terdampak, sebagai bentuk tanggung jawab sosial dalam tragedi ini.

Upaya Pemerintah Daerah dan Kronologi Insiden

Diaz mengungkapkan bahwa pemerintah daerah, khususnya DKI Jakarta, sedang berupaya membenahi persoalan sampah. Salah satu inisiatifnya adalah pembangunan fasilitas pengolahan sampah Refuse-Derived Fuel (RDF) di Rorotan, Jakarta Utara, serta sosialisasi pemilahan sampah rumah tangga di 14 RW di area tersebut.

"Sekali lagi saya sangat menyayangkan hal ini bisa terjadi, khususnya karena DKI sekarang lagi mulai berbenah masalah sampah, khususnya dengan keberadaan pabrik pengelolaan sampah RDF Plant di Rorotan, Jakarta Utara, dan sudah mulai melakukan sosialisasi untuk pemilahan sampah rumah tangga di 14 RW di Rorotan," tuturnya.

Insiden longsor terjadi pada Minggu, 8 Maret 2026 sekitar pukul 14.00 WIB. Sampah runtuh secara tiba-tiba, menimbun warung dan beberapa truk sampah. Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Kusumo menjelaskan bahwa saksi mendengar teriakan warga mengenai longsor sebelum melihat gunungan sampah runtuh.

Perkembangan Terkini dan Operasi Pencarian

Hingga kini, total 6 orang dilaporkan meninggal dunia dalam peristiwa ini. Dua warga, yaitu Ato dan Dofir, ditemukan dalam kondisi selamat dan telah kembali ke rumah masing-masing. Satu korban lain, Hardianto, ditemukan meninggal. Tim SAR masih aktif mencari 1 korban yang belum ditemukan.

Kepala Kantor SAR Jakarta, Desiana Kartika Bahari, menyatakan bahwa proses pencarian terus dilakukan dengan menggunakan alat berat seperti ekskavator. Informasi tentang longsor ini tersebar cepat melalui grup komunikasi keamanan TPST, memicu respons cepat dari petugas kepolisian dan unsur lainnya yang turun ke lokasi untuk evakuasi.

Operasi penyelamatan dan investigasi masih berlangsung, dengan harapan dapat mengungkap penyebab pasti longsor dan mencegah kejadian serupa di masa depan.