DKI Jakarta Hentikan Sementara Pengiriman Sampah ke Bantargebang Imbas Longsor
DKI Hentikan Pengiriman Sampah ke Bantargebang Imbas Longsor

DKI Jakarta Hentikan Sementara Pengiriman Sampah ke TPST Bantargebang Imbas Longsor

Pengiriman sampah dari wilayah DKI Jakarta ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat, dihentikan sementara menyusul proses evakuasi longsor yang terjadi di area tersebut. Dalam peristiwa ini, dilaporkan tiga orang meninggal dunia akibat tertimbun material longsor.

Langkah Antisipasi DLH DKI Jakarta

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta, Asep Kuswanto, dalam keterangan tertulis pada Minggu (8/3/2026), menyatakan bahwa penghentian sementara ini dilakukan untuk mendukung proses evakuasi serta memastikan keselamatan petugas di lokasi. "Pengiriman sampah ke TPST Bantargebang kami hentikan sementara untuk memfasilitasi evakuasi dan menjaga keamanan para pekerja," ujarnya.

Untuk mengantisipasi antrean truk sampah dari Jakarta, DLH DKI telah menyiapkan sejumlah titik pembuangan darurat agar proses pengangkutan sampah tetap dapat berjalan. Langkah ini bertujuan mencegah penumpukan truk sampah di jalan maupun di area TPST Bantargebang selama proses evakuasi berlangsung. "Dengan persiapan titik darurat, kami harap layanan pengelolaan sampah Jakarta tidak terganggu," tambah Asep.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Proses Evakuasi dan Stabilisasi Area

Di sisi lain, proses evakuasi material longsor di TPST Bantargebang masih terus berlangsung. DLH DKI Jakarta mengerahkan 13 unit ekskavator untuk membuka timbunan sampah yang menutup kendaraan dan area terdampak. Langkah stabilisasi area juga langsung dilakukan untuk mencegah potensi longsor susulan.

"Penataan dan penguatan zona timbunan dilakukan secara bertahap agar struktur timbunan kembali stabil dan aman bagi operasional di lapangan," jelas Asep. Dalam peristiwa ini, sebanyak tujuh truk sampah dilaporkan tertimbun longsoran. Hingga saat ini, lima unit kendaraan telah berhasil dievakuasi, sementara dua unit lainnya masih dalam proses evakuasi oleh tim di lapangan.

Identitas Korban dan Dugaan Korban Lain

Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) DKI Jakarta melaporkan tiga orang meninggal dunia akibat tertimbun longsor sampah di TPST Bantargebang. Kepala Kantor SAR Jakarta, Desiana Kartika Bahari, mengungkapkan bahwa ketiga korban terdiri dari dua perempuan dan satu laki-laki yang berprofesi sebagai pemilik warung serta sopir truk.

  • Enda Widayanti (25), pemilik warung
  • Sumine (60), pemilik warung
  • Dedi Sutrisno, sopir truk

Desiana menambahkan bahwa pihaknya masih dalam pendataan lantaran masih banyak kendaraan truk sampah yang tertimbun dan warung di lokasi area. "Untuk sementara, kami fokus pada pendataan jumlah korban yang mungkin masih tertimbun," katanya.

Sementara itu, Polda Metro Jaya menduga masih ada sejumlah korban yang ikut tertimbun dalam peristiwa longsor gunungan sampah ini. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, menyatakan bahwa penanganan peristiwa yang terjadi sekitar pukul 14.00 WIB di TPST DKI Zona 4C, Kelurahan Cikiwul, masih berlangsung. "Diduga masih terdapat korban lain yang belum ditemukan, serta beberapa truk sampah yang turut tertimbun," ujar Budi.

Terkait jumlah pasti korban, ia menyebutkan masih menunggu hasil pencarian dan pendataan lebih lanjut. Proses evakuasi dan stabilisasi area terus dilakukan oleh tim gabungan untuk mempercepat pemulihan kondisi di TPST Bantargebang.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga