Satpol PP Kabupaten Bogor, Jawa Barat, menegur warga yang melakukan pembakaran sampah dan sisa pakan ternak di Cilebut Barat, setelah menerima aduan dari warga lainnya. Aktivitas pembakaran sampah dilaporkan terjadi setiap hari, menimbulkan keresahan dan mengganggu kenyamanan warga sekitar.
Kronologi Kejadian
Kepala Desa Cilebut Barat, Dasuki, menjelaskan bahwa kejadian tersebut sudah berlangsung sekitar seminggu lalu dan kini telah selesai. Warga Perumahan Emerald melaporkan aktivitas pembakaran yang dilakukan di Perumahan BCD, yang berada di belakang Emerald. Setelah menerima laporan, Dasuki bersama Satpol PP kecamatan dan Binwil turun ke lokasi.
"Betul, itu kejadian sudah sekitar seminggu lalu, sudah selesai. Jadi warga perumahan Emerald yang lapor, nah yang bakar-bakarnya ada di (perumahan) BCD, di belakangnya Emerald. Jadi setelah ada laporan itu, kita turun ke lokasi sama Satpol PP kecamatan, sama Binwil juga," kata Dasuki saat dikonfirmasi pada Senin (6/7/2026).
Pengakuan dan Permintaan Maaf Pelaku
Dasuki menyebut bahwa warga pelaku pembakaran sampah mengakui perbuatannya. Pelaku sempat meminta maaf dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya. Lokasi pembakaran juga sudah dibersihkan.
"Alhamdulillah nggak yang gimana-gimana, bahkan beliau meminta maaf. 'Mohon maaf Pak Kades, saya nggak tahu kalau asap itu akan menyebar jauh'. Jadi intinya dia menerima ditegur karena bakar-bakar sampah itu, lokasinya juga sudah dibersihkan," kata Dasuki. "Jadi mereka itu nggak tahu ada larangan bakar sampah, kita sudah tegur, yang bersangkutan juga mengerti, sudah minta maaf juga," imbuhnya.
Imbauan Pemerintah Desa
Dasuki menambahkan bahwa imbauan untuk tidak membakar sampah sudah disampaikan kepada warga melalui grup RT/RW. Pemerintah desa juga melakukan peneguran langsung jika masih ada warga yang membakar sampah, serta mengajak masyarakat untuk saling mengingatkan.
"Ya karena memang Cilebut Barat itu dulunya kan kampung ya, sekarang kan sudah banyak pendatang, banyak perumahan, dan sekarang sudah tidak boleh lagi bakar-bakar sampah, karena memang mengganggu kan," kata Dasuki. "Tujuannya itu, kita mengimbau ke masyarakat, sudah kita sampaikan melalui grup RT/RW, imbauan dari pemerintahan desa seperti itu. Kita juga lakukan peneguran langsung kalau masih ada yang bakar sampah. Kita ajak juga masyarakat saling mengingatkan," imbuhnya.



