Polisi Ungkap Kondisi Ekstrem Jalan Sebabkan Macet 14 Jam di Sukabumi
Polisi Ungkap Penyebab Macet 14 Jam di Jalur Sukabumi

Polisi Ungkap Kondisi Ekstrem Jalan Sebabkan Macet 14 Jam di Sukabumi

Polisi telah mengungkap penyebab kemacetan parah yang berlangsung hingga 14 jam di jalur arteri Simpang Cikidang, Kabupaten Sukabumi, selama arus balik Lebaran 2026. Kondisi medan jalan yang ekstrem menjadi faktor utama tersendatnya arus lalu lintas di kawasan tersebut.

Penyebab Utama Kemacetan di Cikidang

Kasat Lantas Polres Sukabumi, AKP Abdurrohman Hidayat, menjelaskan bahwa kepadatan lalu lintas sempat terjadi di kawasan Cikidang. Petugas langsung turun ke lapangan untuk melakukan penguraian arus hingga dini hari, sehingga situasi akhirnya terpantau lancar.

"Untuk Cikidang sempat terjadi kepadatan, namun dari Satlantas juga langsung turun melaksanakan penguraian hingga dini hari, alhamdulillah terpantau lancar," kata Hidayat saat ditemui di GT Parungkuda Tol Bocimi.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Ia menambahkan, penyebab utama kemacetan dipicu oleh kondisi jalur Cikidang yang memiliki tanjakan cukup ekstrem. Sejumlah kendaraan dilaporkan mengalami hambatan saat menanjak, berhenti, dan memicu antrean panjang yang mengganggu arus lalu lintas di belakangnya.

Perbandingan dengan Simpang Ratu

Berbeda dengan Cikidang, kondisi lalu lintas di Simpang Ratu diklaim lebih terkendali. Menurut Hidayat, jalur tersebut relatif lebih lebar sehingga mampu menampung volume kendaraan yang melintas dengan lebih baik.

"Kalau Simpang Ratu kepadatannya lumayan mengalir, ramai lancar, tidak seperti di Cikidang karena jalur Simpang Ratu-Warung Kiara lebih lebar dan lebih sanggup menampung kendaraan," ucapnya.

Insiden ini menyoroti tantangan infrastruktur jalan di daerah dengan medan ekstrem, terutama selama periode puncak seperti arus balik Lebaran. Polisi terus memantau dan mengambil langkah-langkah penguraian untuk mencegah kemacetan serupa di masa depan.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga