Operasi Ketupat 2026: Kakorlantas Laporkan Arus Lalu Lintas Terkendali dan Fatalitas Turun
Operasi Ketupat 2026: Arus Lalin Terkendali, Fatalitas Turun

Operasi Ketupat 2026: Kakorlantas Laporkan Arus Lalu Lintas Terkendali dan Fatalitas Turun

Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Agus Suryonugroho memberikan pembaruan terkini mengenai pelaksanaan Operasi Ketupat 2026. Berdasarkan pantauan langsung di lapangan, arus lalu lintas dilaporkan masih dalam kondisi terkendali, meskipun sudah mulai terjadi peningkatan yang cukup signifikan dalam volume kendaraan.

Pembaruan ini disampaikan oleh Irjen Agus setelah meninjau Pos Terpadu KM 57 di Tol Jakarta-Cikampek, Jawa Barat, pada Senin (16/3/2026) tengah malam. Turut hadir dalam peninjauan tersebut Kapolda Jawa Barat Irjen Rudi Setiawan serta berbagai stakeholder terkait.

Kondisi Lalu Lintas dan Prediksi Puncak Arus

Irjen Agus menyatakan, "Kemarin saya sudah datang ke sini, Pak Dirlantas sudah memaparkan inovasi-inovasi dari Jawa Barat, termasuk rayon-rayonisasi cara bertindak khususnya di bidang Kamseltibcarlantas. Sampai saat ini kondisi lalu lintas terkendali." Ia menambahkan bahwa hingga Senin malam, tercatat sekitar 28 persen kendaraan atau setara dengan satu juta kendaraan telah meninggalkan Jakarta menuju arah Trans Jawa dan Sumatera.

"Jadi dari 28 persen ini kita masih punya hampir sekitar 72 persen yang nanti akan kita bagi hingga hari H," jelas Irjen Agus. Korlantas memprediksi bahwa puncak arus mudik kemungkinan besar akan terjadi pada tanggal 18 Maret 2026. Menariknya, hingga saat ini Polri belum menerapkan manajemen intervensi seperti contraflow karena arus dinilai masih lancar dan terkendali.

Fatalitas Kecelakaan Turun Drastis

Kabar menggembirakan datang dari data fatalitas kecelakaan lalu lintas. Secara nasional, angka korban meninggal dunia tercatat mengalami penurunan sebesar 23,5 persen. Capaian luar biasa terlihat di wilayah Jawa Barat, yang pada laporan sebelumnya mencatat penurunan fatalitas hingga 90 persen.

Irjen Agus berpesan kepada jajaran Polda Jabar, "Tolong nanti di-update karena ini nanti akan menyumbang data fatalitas korban di tingkat nasional." Penurunan ini menunjukkan efektivitas upaya pengamanan dan pencegahan kecelakaan selama operasi berlangsung.

Pengawasan Langsung oleh Kapolri dan Kolaborasi Stakeholder

Kakorlantas juga melaporkan bahwa Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memimpin langsung pengawasan di lapangan. Dua hari sebelumnya, Kapolri telah meninjau terminal dan stasiun di Jawa Timur, kemudian berlanjut meninjau arus mudik di wilayah Jawa Tengah pada Senin pagi.

Irjen Agus menekankan bahwa Operasi Ketupat bukan sekadar pengaturan lalu lintas, melainkan operasi kemanusiaan untuk menjamin aspek Harkamtibmas dan Kamseltibcarlantas. "Negara menjamin momentum sosial dan spiritual ini. Kita wajib memastikan perjalanan menuju ke kampungnya harus aman dan selamat," tegasnya.

Situasi di Jalur Penyeberangan dan Penanganan Perlambatan

Terkait jalur penyeberangan, situasi di Pelabuhan Gilimanuk dilaporkan sudah selesai dievaluasi dan kini dalam kondisi kondusif berkat kolaborasi dengan stakeholder terkait. Sementara itu, perlambatan yang sempat terjadi di jalur Palembang-Jambi akibat truk patah as sudah berhasil diurai oleh jajaran Polda setempat.

Menutup keterangannya, Irjen Agus mengapresiasi jajaran Polda Jabar yang bersiaga penuh di posko pengamanan. Ia juga mengapresiasi seluruh jajaran Polantas dan stakeholder yang bertugas di lapangan memastikan perjalanan mudik masyarakat aman dan nyaman sesuai tagline mudik 2026 yakni 'Mudik Aman, Keluarga Bahagia'.

Irjen Agus mengingatkan bahwa pengabdian di lapangan adalah sebuah amanah. "Tugas itu adalah kehormatan, kita tidak boleh lelah dan kita tidak boleh capek. Kita harus hadir di lapangan karena negara harus hadir menjamin rangkaian kegiatan Operasi Ketupat terkendali," pungkasnya.