Korlantas Prediksi 143,9 Juta Perjalanan Saat Puncak Mudik Lebaran 2026
Korlantas Prediksi 143,9 Juta Perjalanan Mudik 2026

Korlantas Polri Prediksi Lonjakan Mobilitas 143,9 Juta Perjalanan di Puncak Mudik Lebaran 2026

Korps Lalu Lintas Kepolisian Negara Republik Indonesia (Korlantas Polri) telah mengeluarkan perkiraan resmi mengenai puncak arus mudik Lebaran pada tahun 2026. Menurut data yang dirilis, lonjakan mobilitas diperkirakan mencapai angka yang sangat signifikan, yaitu sebanyak 143,9 juta perjalanan. Puncak mudik ini diprediksi akan terjadi dalam dua periode utama, yaitu pada tanggal 14 hingga 15 Maret 2026 serta 18 hingga 19 Maret 2026.

Dominasi Kendaraan Pribadi dan Dampak Kemacetan

Dari total perjalanan yang diperkirakan tersebut, sekitar 52 persen pemudik diproyeksikan akan menggunakan kendaraan pribadi. Hal ini menunjukkan bahwa mayoritas masyarakat masih mengandalkan transportasi pribadi untuk melakukan perjalanan mudik, yang berpotensi menimbulkan tekanan besar pada infrastruktur jalan raya.

Kondisi ini telah memicu kekhawatiran akan kemacetan parah di sejumlah titik strategis. Beberapa ruas tol yang diperkirakan akan mengalami kepadatan tinggi meliputi:

  • Ruas Tol Jakarta–Cikampek, tepatnya di KM 47 hingga KM 49
  • KM 110 Tol Jakarta–Cikampek, sekitar Gerbang Tol Kalihurip
  • Kawasan Pasteur
  • Kawasan Nagreg dan Limbangan

Akibat dari kemacetan ini, para pemudik harus bersiap untuk menempuh durasi perjalanan yang lebih panjang. Banyak yang diperkirakan akan terjebak dalam antrean kendaraan, sehingga waktu tempuh menjadi tidak efisien dan berpotensi meningkatkan risiko kelelahan selama perjalanan.

Prediksi ini menjadi peringatan dini bagi semua pihak, termasuk pemerintah dan masyarakat, untuk mempersiapkan strategi mitigasi yang efektif. Upaya seperti pengaturan lalu lintas, penambahan fasilitas darurat, dan kampanye penggunaan transportasi umum perlu ditingkatkan guna mengurangi dampak negatif dari lonjakan mobilitas ini.