H+1 Lebaran, Jalur Puncak Bogor Masih Padat dengan Titik Hambatan di Megamendung hingga Gunung Mas
H+1 Lebaran, Jalur Puncak Bogor Masih Padat dengan Titik Hambatan

H+1 Lebaran, Jalur Puncak Bogor Masih Padat dengan Titik Hambatan di Megamendung hingga Gunung Mas

Kondisi lalu lintas di Jalan Raya Puncak, Bogor, Jawa Barat, pagi ini, Minggu (22/3/2026), masih mengalami kepadatan signifikan pasca libur Lebaran. Terdapat sejumlah titik hambatan yang teridentifikasi mulai dari kawasan Megamendung hingga Gunung Mas, menandakan arus kendaraan yang tinggi menuju destinasi wisata tersebut.

Identifikasi Titik Hambatan Utama

Kasat Lantas Polres Bogor, Iptu Afif Widhi Ananto, mengonfirmasi bahwa pihak kepolisian telah mengidentifikasi tiga lokasi utama yang menjadi pusat kemacetan. "Kami mengidentifikasi ada titik hambatan utama di Megamendung, di Pasar Cisarua, serta di Gunung Mas," jelas Afif dalam keterangannya. Titik-titik ini menjadi fokus perhatian karena menimbulkan antrean kendaraan yang panjang, terutama pada pagi hari H+1 Lebaran.

Upaya Polisi Mengurai Kepadatan

Untuk mengatasi kondisi tersebut, kepolisian telah melakukan sejumlah upaya rekayasa lalu lintas. Salah satunya adalah dengan mengerahkan ratusan personel di sepanjang Jalan Raya Puncak. "Untuk itu kami menggelar 120 personil untuk perkuatan dalam melaksanakan pengaturan lalu lintas," ujar Afif. Penguatan personel ini bertujuan untuk memastikan kelancaran arus kendaraan dan mengurangi potensi kemacetan yang lebih parah.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Afif juga mencatat terjadi peningkatan volume kendaraan yang menuju Puncak pagi ini dibandingkan dengan akhir pekan biasa di luar libur Lebaran. "Volume kendaraan hari ini dibandingkan dengan weekend meningkat 5-16% sehingga untuk itu rekayasa lalu lintas yang kami laksanakan dilakukan lebih pagi dari weekend biasanya," imbuhnya. Peningkatan ini menunjukkan tingginya minat masyarakat untuk berwisata ke Puncak setelah hari raya.

Pemberlakuan Sistem One Way

Saat ini, sistem one way atau satu arah dari Jakarta menuju Puncak sedang diberlakukan sebagai bagian dari strategi pengendalian lalu lintas. Kebijakan ini didasarkan pada perhitungan volume kendaraan yang melintas melalui gerbang Tol Ciawi, pantauan visual di lapangan, serta pertimbangan titik-titik hambatan yang ada. "Pelaksanaan one way didasari dari traffic counting kendaraan yang melalui gerbang Tol Ciawi, ditambah dengan pantauan visual di lapangan serta memperhatikan titik-titik hambatan yang ada di lapangan," sebut Afif.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa kebijakan one way telah diterapkan sejak pukul 07.30 WIB pagi ini. "Sehingga kebijakan one way tadi pada pukul 07.30 WIB sudah diberlakukan one way dari arah Jakarta menuju ke jalur Puncak ke atas, Cianjur," jelasnya. Sistem ini diharapkan dapat memperlancar arus kendaraan dan mengurangi kemacetan di sepanjang jalur.

Dengan upaya-upaya tersebut, pihak kepolisian berharap kondisi lalu lintas di Jalur Puncak dapat segera normal kembali. Masyarakat diimbau untuk tetap mematuhi peraturan lalu lintas dan mempertimbangkan alternatif rute jika memungkinkan untuk menghindari kepadatan.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga