Bukan Klakson, Ini Penyebab Utama Orang Emosional di Jalan
Bukan Klakson, Ini Penyebab Utama Orang Emosional di Jalan

Sebuah survei terbaru dari DiscoverCars pada April 2026 terhadap lebih dari 700 responden mengungkap bahwa penyebab utama orang emosional di jalan raya bukanlah klakson, melainkan ketidakpatuhan menggunakan lampu sein saat berbelok. Sebanyak 56 persen responden mengaku merasa terganggu oleh pengemudi yang tidak menyalakan lampu sein, menjadikannya pemicu nomor satu.

Perilaku Pemicu Kemarahan di Jalan

Survei yang dilakukan terhadap pelanggan DiscoverCars, yang sebagian besar adalah wisatawan internasional pengguna mobil sewaan, menemukan bahwa 9 dari 10 pengemudi (90 persen) pernah merasa kesal oleh pengemudi lain. Meski demikian, mayoritas masih menahan diri: 65 persen hanya sesekali membunyikan klakson, dan 32 persen tidak pernah melakukannya.

Selain tidak menyalakan lampu sein, perilaku lain yang memicu kekesalan adalah menempel kendaraan di depan (46 persen), mengemudi terlalu lambat di jalur menyalip (43 persen), pengemudi yang tidak fokus atau terdistraksi (39 persen), dan mengerem mendadak (20 persen).

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Negara dengan Pengemudi Paling Agresif

Italia menempati urutan teratas sebagai negara dengan pengemudi paling agresif, baik menurut penilaian warganya sendiri (skor 3,5 dari 5) maupun persepsi global (23 persen). Kota Naples dan Roma disebut sebagai kota dengan pengemudi paling agresif di Italia.

Britania Raya berada di posisi kedua dengan 11 persen suara global, dan London dinobatkan sebagai kota paling agresif di dunia. Amerika Serikat menempati posisi ketiga dengan 9 persen, dengan New York sebagai kota paling agresif. Prancis dan Australia sama-sama mendapat 5 persen, dengan Paris sebagai kota yang paling disorot di Prancis.

Menurut Aleksandrs Buraks, kepala pemasaran DiscoverCars, temuan ini menunjukkan bahwa kemarahan di jalan adalah fenomena universal, tetapi tingkat keparahannya bervariasi antar negara. "Kami melihat bahwa budaya mengemudi sangat dipengaruhi oleh norma sosial dan kepadatan lalu lintas," ujarnya.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga