Korlantas Polri Perkirakan 143,9 Juta Perjalanan Mudik, 52% Gunakan Kendaraan Pribadi
143,9 Juta Perjalanan Mudik, 52% Pakai Kendaraan Pribadi

Korlantas Polri Proyeksikan Arus Mudik Capai 143,9 Juta Perjalanan pada 2026

Korps Lalu Lintas Kepolisian Negara Republik Indonesia (Korlantas Polri) telah mengeluarkan perkiraan resmi terkait arus mudik tahun 2026. Menurut data yang dirilis, sekitar 143,9 juta perjalanan bakal dilakukan oleh masyarakat yang hendak pulang ke kampung halaman. Angka ini mencerminkan tingginya antusiasme masyarakat dalam tradisi mudik, terutama menjelang hari raya keagamaan.

Mayoritas Pemudik Pilih Kendaraan Pribadi

Dari total perjalanan tersebut, sekitar 52 persen diperkirakan akan menggunakan kendaraan pribadi. Hal ini menunjukkan bahwa kendaraan pribadi masih menjadi moda transportasi utama bagi sebagian besar pemudik, baik itu mobil maupun sepeda motor. Pilihan ini sering kali didasari oleh faktor kenyamanan, fleksibilitas, dan kemudahan dalam mengatur jadwal perjalanan.

Korlantas Polri juga mengingatkan pentingnya kesiapan kendaraan dan keselamatan berkendara, mengingat volume lalu lintas yang sangat padat selama periode mudik. Peningkatan angka kecelakaan lalu lintas sering kali terjadi pada masa-masa seperti ini, sehingga diperlukan kewaspadaan ekstra dari semua pihak.

Puncak Arus Mudik Diprediksi pada Pertengahan dan Akhir Maret 2026

Berdasarkan analisis pola perjalanan, Korlantas Polri memprediksi bahwa puncak arus mudik akan terjadi pada dua periode utama:

  • 14–15 Maret 2026: Periode ini diperkirakan menjadi waktu favorit bagi banyak pemudik untuk memulai perjalanan panjang mereka.
  • 18–19 Maret 2026: Periode kedua ini kemungkinan besar akan diisi oleh mereka yang memilih mudik pada hari-hari terakhir bulan Ramadhan.

Selain itu, terdapat variasi dalam waktu mudik. Sebagian masyarakat memilih untuk mudik lebih awal guna menghindari kepadatan lalu lintas, sementara yang lain justru memilih mudik pada hari-hari terakhir Ramadhan karena berbagai alasan, seperti menunggu libur kerja atau pertimbangan keluarga.

Proyeksi ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi pemerintah dan pihak terkait dalam menyiapkan infrastruktur, pengaturan lalu lintas, serta layanan publik lainnya guna mendukung kelancaran arus mudik. Kesiapan yang matang sangat diperlukan untuk meminimalisir gangguan dan memastikan perjalanan yang aman bagi seluruh pemudik.