Wasiat Epstein Sebelum Bunuh Diri Terungkap, Ini Isinya
Wasiat Epstein Sebelum Bunuh Diri Terungkap

Jakarta - Jeffrey Epstein, terpidana kejahatan seksual, ditemukan tewas gantung diri di sel penjaranya di New York pada pertengahan 2019. Kini, tujuh tahun berselang, isi wasiat yang ditulisnya sebelum mengakhiri hidup terungkap ke publik.

Kronologi Kematian Epstein

Epstein ditahan saat menunggu persidangan atas tuduhan memperdagangkan anak di bawah umur. Berdasarkan laporan AFP, ia meninggal pada Sabtu, 10 Agustus 2019 pukul 06.30 waktu setempat. Meskipun sempat dalam pengawasan bunuh diri, Epstein tidak lagi diawasi saat benar-benar mengakhiri nyawanya. Surat kabar AS melaporkan bahwa petugas penjara MCC bekerja lembur akibat kekurangan staf, sehingga Epstein dibiarkan sendirian di sel tanpa teman satu sel.

Isi Wasiat Epstein

Pengadilan Amerika Serikat merilis surat yang diduga ditulis Epstein sebelum kematiannya. Teman satu selnya menemukan surat tersebut. Dalam surat itu, Epstein dengan tegas menyangkal semua tuduhan yang dialamatkan kepadanya.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

"Mereka menyelidiki saya selama berbulan-bulan -- TIDAK MENEMUKAN APA PUN!!!" tulis Epstein di atas kertas bergaris. Ia juga menulis, "Sungguh menyenangkan bisa memilih waktu untuk mengucapkan selamat tinggal." Surat itu diakhiri dengan kalimat, "Apa yang kau ingin aku lakukan -- Menangis tersedu-sedu!! Tidak menyenangkan -- TIDAK BERHARGA!!"

Dokumen tersebut telah disegel selama bertahun-tahun sebagai bagian dari proses pidana teman satu selnya. Namun, Hakim Kenneth Karas dari Pengadilan Distrik AS untuk Distrik Selatan New York memerintahkan rilisnya setelah permintaan dari New York Times. Meskipun keaslian surat itu belum diverifikasi, kemunculannya memicu kembali pertanyaan seputar kematian Epstein saat menunggu dakwaan perdagangan seks dibacakan.

Rilisnya Epstein Files

Pada akhir 2025, Departemen Kehakiman AS merilis sejumlah besar dokumen dari penyelidikan kasus Epstein. Dokumen-dokumen itu dirilis ke publik pada Jumat, 19 Desember 2025, dengan banyak bagian yang disensor oleh pemerintahan Presiden Donald Trump.

Di antara materi yang diungkap terdapat foto-foto yang menunjukkan mantan Presiden Bill Clinton dan tokoh terkenal lainnya, termasuk vokalis Rolling Stones Mick Jagger, bersama Epstein. Beberapa dokumen berisi puluhan foto yang disensor, menampilkan sosok telanjang atau berpakaian minim. Foto lainnya memperlihatkan Epstein dan rekannya yang wajahnya diburamkan sambil memegang senjata api.

Satu foto yang belum pernah dilihat sebelumnya memperlihatkan Bill Clinton yang tampak lebih muda bersandar di bak mandi air panas, dengan sebagian foto disensor kotak hitam. Dalam foto lain, Clinton terlihat berenang bersama seorang wanita berambut gelap yang diduga Ghislaine Maxwell, mantan kekasih dan kaki tangan Epstein.

Trump, yang dulunya teman dekat Epstein, awalnya berjuang selama berbulan-bulan untuk mencegah rilisnya dokumen tersebut. Namun, ia akhirnya menyerah pada tekanan parlemen AS, termasuk dari Partai Republik sendiri, dan menandatangani undang-undang yang mewajibkan publikasi dokumen Epstein.

Kasus Epstein terus menjadi sorotan publik, terutama terkait jaringan perdagangan seks yang melibatkan banyak tokoh berpengaruh. Wasiat yang diungkap ini menambah dimensi baru dalam misteri kematian kontroversialnya.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga