Viral Dugaan Pelecehan Seksual Dosen Unpam di KRL, Kampus Klaim Laporan Dicabut
Viral Dosen Unpam Diduga Pelecehan di KRL, Laporan Dicabut

Viral Dugaan Pelecehan Seksual Dosen Unpam di KRL, Kampus Klaim Laporan Dicabut

Sebuah video yang memperlihatkan dugaan pelecehan seksual di dalam kereta rel listrik (KRL) viral di media sosial. Pelaku yang diduga adalah seorang dosen dari Universitas Pamulang (Unpam) menjadi sorotan publik setelah korban mengunggah pengaduannya melalui akun @/asrta.vo.

Tanggapan Resmi dari Universitas Pamulang

Menanggapi informasi yang beredar luas, Humas Unpam, Muhyiddin Fanda, menyatakan bahwa pihak kampus telah melakukan komunikasi internal untuk menelusuri kebenaran kabar tersebut. "Berdasarkan klarifikasi awal yang kami terima, tidak ditemukan bukti yang mendukung dugaan yang beredar di media sosial," kata Muhyiddin saat dikonfirmasi pada Selasa, 17 Maret 2026.

Lebih lanjut, Muhyiddin menjelaskan bahwa proses klarifikasi masih berjalan dan kampus menghormati semua pihak untuk menyelesaikannya secara baik. "Update terakhir, pelapor sudah mencabut laporannya. Iya (dosen Unpam), tapi tidak terbukti melakukan tindakan yang dituduhkan," tegasnya. Ia berharap polemik yang berkembang di media sosial dapat diluruskan dan diselesaikan dengan cara yang tepat.

Kronologi Kejadian Menurut Korban

Dalam unggahannya, korban mendetailkan peristiwa yang terjadi pada malam hari. Ia menaiki kereta terakhir menuju Nambo dari Stasiun Tebet sekitar pukul 20.37 WIB, dengan kondisi gerbong yang sangat padat penumpang. Korban berdiri tidak jauh dari pelaku sambil berbincang dengan temannya.

"Posisinya sangat ramai. Saya sedang mengejar kereta terakhir ke arah Nambo dan naik dari stasiun Tebet. Posisi saya tidak jauh dari pelaku, tepatnya saya sedang ngobrol dengan teman saya di depan saya," tulis korban dalam deskripsinya.

Kejadian dugaan pelecehan terjadi ketika kereta melintas di antara Stasiun Universitas Pancasila menuju Stasiun Universitas Indonesia sekitar pukul 21.00 WIB. Menurut pengakuan korban, pelaku berdiri di dekatnya sambil membawa tas ransel yang digantung di satu bahu.

"Pelaku memegang belakang tas itu sambil meraba (bagian sensitif) saya dan tidak lama kemudian pelaku mengelus (lagi) sebanyak 2 kali," ungkap korban. Ia juga menyebutkan bahwa pria yang diduga melakukan pelecehan tersebut disebut-sebut merupakan seorang dosen.

Proses Klarifikasi dan Imbauan dari Unpam

Muhyiddin menekankan bahwa untuk keterangan lebih lanjut, pihak kampus menyerahkan sepenuhnya kepada yang bersangkutan melalui kuasa hukumnya. "Kami berharap kegaduhan yang telah terjadi di media sosial yang membawa nama kampus Unpam ini bisa diluruskan dan diselesaikan dengan baik," katanya.

Kasus ini menyoroti pentingnya penanganan yang hati-hati terhadap laporan pelecehan seksual, terutama ketika melibatkan institusi pendidikan. Unpam sebagai lembaga akademik berkomitmen untuk menjaga reputasi dan memastikan proses hukum berjalan transparan.

Meskipun laporan telah dicabut, viralnya kasus ini di media sosial menunjukkan sensitivitas masyarakat terhadap isu pelecehan seksual di transportasi umum. Publik diharapkan dapat lebih bijak dalam menyikapi informasi sebelum adanya kepastian hukum yang resmi.