Aktivis dari Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD) yang bertindak sebagai pengacara Andrie Yunus, aktivis KontraS, membeberkan temuan 16 sosok yang disebut orang tak dikenal (OTK) yang diyakini turut terlibat dalam aksi teror penyerangan air keras terhadap kliennya. Hal itu disampaikan Ravio Putra, anggota TAUD, dalam jumpa pers di Jakarta pada Kamis, 9 April 2026.
Daftar 16 OTK dan Peran Mereka
Berdasarkan investigasi dan rekaman CCTV, berikut rincian identitas mereka:
- OTK 1: Budi Haryanto Widhi Cahyono - Perwira militer dari satuan AL. Wilayah operasi mencakup Panglima Polim, Sudirman, Medan Merdeka, dan Jalan Talang Salemba.
- OTK 2: MAK (Muhammad Akbar Quddus) - Diduga sebagai eksekutor penyiram, seorang perwira atau prajurit TNI. Wilayah operasi serupa dengan OTK 1.
- OTK 3: Abang Gojek - Menggunakan atribut ojek online sebagai penyamaran, bertugas sebagai pemindai situasi. Wilayah operasi di Jalan Mendut dan TKP Jalan Talang Salemba.
- OTK 4: Kumis Bleki - Berpakaian serba hitam dengan kumis tebal, bertugas sebagai pemindai situasi. Wilayah operasi di Jalan Mendut dan SPBU Cikini.
- OTK 5: Buncit Oranye - Mengenakan baju oranye dan berperut buncit, bertugas sebagai pengawalan. Wilayah operasi di Panglima Polim dan Sudirman.
- OTK 6: Yankee Brewok - Mengenakan baju berlogo NY, bertugas sebagai pengintaian. Wilayah operasi di Halte Megaria dan Taman Diponegoro.
- OTK 7: Flanel Pitak - Mengenakan baju flanel dengan rambut jarang, berkoordinasi dengan OTK 6 untuk pengintaian. Wilayah operasi di Halte Megaria.
- OTK 8: Hoodie Abu-Abu - Mengenakan hoodie abu, bertugas sebagai pengintaian di Jalan Mendut.
- OTK 9: Parasut Dongker - Mengenakan jaket parasut dongker, dibonceng OTK 8, diyakini terlibat lebih dari sekadar nebeng. Wilayah operasi di Jalan Mendut.
- OTK 10: Cepak Otot - Berkendara Honda PCX, bertugas sebagai pengintaian di beberapa lokasi termasuk Jalan Mendut dan Halte Megaria.
- OTK 11: Celana Cingkrang - Mengenakan celana cingkrang, bertugas sebagai pemetaan situasi di Jalan Mendut dan Taman Diponegoro.
- OTK 12: Botak Polo - Berperawakan botak dengan kaos polo, bertugas sebagai koordinator lapangan di Taman Diponegoro.
- OTK 13: Rompi Krem - Mengenakan rompi krem, bertugas sebagai pemetaan situasi di Taman Diponegoro.
- OTK 14: Hitam Khaki - Mengenakan jaket hitam dan celana khaki, selalu menutupi wajah, bertugas sebagai pengintaian di Jalan Diponegoro dan Jalan Kimia.
- OTK 15: Jaket Biru - Mengenakan jaket biru, bertugas sebagai pengintaian di Taman Diponegoro dan Jalan Kimia.
- OTK 16: Helm Kuning - Mengenakan helm kuning, diduga sipil berdasarkan kendaraannya, bertugas sebagai pengintaian di Jalan Diponegoro dan Jalan Kimia.
Konteks dan Implikasi
Pengungkapan ini dilakukan oleh TAUD sebagai bagian dari upaya advokasi untuk membawa kasus penyerangan Andrie Yunus ke peradilan umum. Ravio Putra menekankan bahwa temuan ini berdasarkan investigasi mendalam dan informasi dari berbagai sumber, meski beberapa identitas masih dalam penelusuran. Kasus ini telah menarik perhatian publik dan aktivis hak asasi manusia, dengan desakan agar proses hukum berjalan transparan.
TAUD juga menyoroti potensi keterlibatan personel militer dalam aksi teror ini, yang dapat memperumit penyelidikan. Mereka mendesak pihak berwenang, termasuk kepolisian dan TNI, untuk bekerja sama dalam mengungkap kebenaran dan menindak tegas pelaku. Pengacara Andrie Yunus berharap temuan ini dapat mempercepat proses hukum dan memberikan keadilan bagi korban.



