Suksesi Raja Thailand Dipertanyakan Usai Putri Mahkota Meninggal
Suksesi Raja Thailand Dipertanyakan Usai Putri Mahkota Wafat

Putri Thailand Meninggal, Suksesi Kerajaan Kian Rumit

Bangkok - Putri sulung Raja Thailand, Bajrakitiyabha Mahidol atau yang akrab disapa Putri Bha, telah meninggal dunia pada usia 47 tahun setelah menjalani perawatan intensif akibat koma selama lebih dari tiga tahun. Kepergiannya meninggalkan tanda tanya besar mengenai masa depan suksesi Kerajaan Thailand.

Menurut laporan yang dihimpun dari berbagai sumber, Kamis (11/6) malam waktu setempat, pihak istana secara resmi mengumumkan kabar duka ini. Sang putri dikenal sebagai figur yang cemerlang dan berpotensi besar dalam garis suksesi kerajaan.

Latar Belakang Sang Putri

Putri Bha lahir pada 7 Desember 1978 dan merupakan satu-satunya anak dari pernikahan pertama Raja Vajiralongkorn dengan Putri Soamsawali. Ia menempuh pendidikan tinggi di bidang hukum dan meraih dua gelar pascasarjana dari Universitas Cornell, Amerika Serikat. Kariernya cemerlang, dimulai dari misi Thailand untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, kemudian menjadi jaksa di Bangkok, hingga menjabat sebagai Duta Besar Thailand untuk Austria pada periode 2012 hingga 2014.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Selama bertugas, ia aktif membangun hubungan dengan Kantor PBB untuk Narkoba dan Kejahatan (UNODC). Sepulangnya ke Thailand, ia diangkat sebagai Duta Besar UNODC untuk Penegakan Hukum di Asia Tenggara dan gencar menyuarakan reformasi sistem pemasyarakatan, terutama bagi perempuan rentan. Pada tahun 2021, Raja Vajiralongkorn mengangkatnya sebagai kepala staf pengawal pribadi dengan pangkat jenderal.

Suksesi Kini Penuh Tanda Tanya

Kepergian Putri Bha menjadi pukulan berat bagi Kerajaan Thailand. Ia dianggap sebagai sosok paling menjanjikan untuk menggantikan ayahnya, baik sebagai ratu maupun wali bagi Pangeran Dipangkorn. Raja Vajiralongkorn yang kini berusia 73 tahun belum secara resmi menunjuk ahli waris takhta.

Meskipun adat kerajaan menetapkan ahli waris harus laki-laki, amandemen konstitusi tahun 1974 membuka peluang bagi perempuan untuk naik takhta jika tidak ada penerus lain. Namun, Raja memiliki lima anak laki-laki; empat di antaranya tidak diakui sejak 1996 dan tinggal di AS, sementara Pangeran Dipangkorn (21 tahun) dianggap sebagai ahli waris sah, namun kemampuannya diragukan.

Analis melihat Putri Bha sebagai kandidat kuat karena silsilahnya yang murni dan dedikasinya. Seorang dosen Universitas Ramkhamhaeng, Kasidit Ananthanathorn, menyatakan, "Dia adalah harapan yang dapat membawa keluarga kerajaan ke masa depan." Kini, dengan kepergiannya, suksesi kerajaan semakin rumit dan tidak pasti.

Pemakaman dengan Penghormatan Tertinggi

Putri Bha meninggal dunia setelah lebih dari tiga tahun koma akibat infeksi mikoplasma di jantung yang menyebabkan detak jantung tidak teratur. Ia jatuh pingsan pada Desember 2022 saat berolahraga bersama anjing peliharaannya. Jenazahnya akan disemayamkan di Istana Agung Bangkok dan dimakamkan dengan upacara kerajaan penuh penghormatan.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga