Novel Baswedan Kecam Serangan Air Keras ke Andrie Yunus sebagai Upaya Pembunuhan Terorganisir
Mantan penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan, secara tegas mengecam aksi penyerangan dengan air keras yang menimpa aktivis Andrie Yunus. Ia menilai tindakan tersebut bukan sekadar penganiayaan biasa, melainkan sebuah upaya serius yang diduga bertujuan untuk menghilangkan nyawa korban. Menurut Novel, cara pelaku melancarkan serangan menunjukkan niat jahat yang sangat mendalam.
Serangan Ditujukan ke Area Wajah, Berpotensi Mematikan
Novel Baswedan menjelaskan bahwa penyiraman air keras di area wajah berpotensi menyebabkan korban meninggal dunia akibat gagal napas. "Dia diserang, serangannya itu saya yakin maksudnya membunuh. Kalau area muka itu kena air keras kemungkinan besar gagal nafas dan bisa meninggal orang. Paling tidak pelaku ini menghendaki cacat permanen," ujar Novel dalam jumpa pers di Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), seperti dikutip pada Sabtu, 14 Maret 2026.
Ia menggambarkan tindakan ini sebagai kejahatan yang sangat kejam dan tidak berperikemanusiaan. Padahal, Andrie Yunus dikenal sebagai sosok yang peduli terhadap negara dan sering menyuarakan kritik terhadap ketidakadilan di kalangan kelompok sipil. "Begitu jahatnya pelaku ini. Saya ingin menggambarkan bahwa ini kejahatan yang sangat serius dan biadab. Yang diserang adalah orang baik. Dia kritis, dia peduli, dia mencintai negaranya," tegas Novel.
Bukti CCTV Menunjukkan Aksi Terorganisir dan Terencana
Lebih lanjut, Novel Baswedan mengaku telah melihat rekaman kamera pengawas (CCTV) yang merekam peristiwa penyiraman air keras tersebut. Dari pengamatannya, ia meyakini bahwa aksi penyerangan itu dilakukan secara terorganisir dengan perencanaan yang matang. "Saya lihat CCTV-nya. Dari CCTV yang saya perhatikan, saya yakin pelakunya terorganisir," kata Novel.
Ia menjelaskan bahwa pola pergerakan pelaku di lapangan menunjukkan adanya simbol-simbol dan koordinasi sebelum serangan dilakukan. "Pelakunya enggak satu motor yang berdua gitu. Terorganisir. Ada simbol-simbol yang dilakukan di lapangan sehingga ketika menyerang itu begitu terorganisir. Ini suatu yang direncanakan untuk menyerang," ungkapnya. Karena itu, Novel mendesak aparat penegak hukum agar mengusut kasus ini secara menyeluruh dan tidak berhenti hanya pada pelaku lapangan.
Desakan untuk Pengusutan Menyeluruh dan Transparan
Novel Baswedan mendesak agar pengusutan kasus ini mencakup semua pihak yang terlibat, termasuk aktor intelektual di balik serangan. "Pengusutan ini harus dilakukan dengan menyeluruh. Semua orang yang terlibat harus diusut. Aktor intelektualnya harus disentuh, harus dijangkau dan diberikan pertanggung jawabannya yang berat," desak dia.
Ia juga meminta perhatian langsung dari pemerintah, termasuk Presiden, agar proses penegakan hukum berjalan serius dan transparan. "Oleh karena itu, saya juga mendesak kepada Pak Presiden agar memberikan perhatian kepada perkara ini dan memberikan dukungan kepada Polri untuk bisa mengusut dengan sungguh-sungguh," ujarnya. Novel mengingatkan agar kasus ini tidak berakhir seperti sejumlah perkara serupa di masa lalu yang hanya menyasar pelaku lapangan.
Menurutnya, proses hukum harus diawasi bersama oleh publik untuk memastikan transparansi dan hukuman yang setimpal. "Oleh karena itu, pengusutannya harus kita dorong, kita awasi sama-sama, dan kita desak agar diusut dengan sungguh-sungguh dan menyeluruh. Prosesnya harus transparan serta diberikan hukuman yang seberat-beratnya," tandas Novel Baswedan, menekankan pentingnya keadilan dalam kasus yang menimpa aktivis Andrie Yunus ini.



