Nadiem Makarim Gunakan Uang Pribadi untuk Dana Tambahan Staf Khusus di Tengah Sidang Korupsi Chromebook
Mantan Sekretaris Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) periode 2019-2024, Deswitha Arvinchi, mengungkap fakta mengejutkan dalam persidangan kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook. Saat menjadi saksi, dia menyatakan bahwa salah satu tugas tambahannya adalah mengingatkan mantan Menteri Nadiem Makarim untuk memberikan dana tambahan kepada para staf khususnya.
Pengakuan Deswitha Arvinchi di Hadapan Majelis Hakim
Dalam keterangannya di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Deswitha menjelaskan bahwa selain tugas utama sebagai sekretaris seperti mengatur jadwal menteri dan mengoordinasikan urusan kedinasan, dia juga mendapat instruksi khusus dari Nadiem. "Saya bertugas mengingatkan Mas Menteri untuk mentransfer dana tambahan kepada para staf khususnya," tutur Deswitha menanggapi pertanyaan jaksa penuntut umum.
Lebih lanjut, Deswitha menegaskan bahwa sumber dana tersebut bukan berasal dari anggaran kementerian, melainkan dari kantong pribadi Nadiem Makarim. "Itu adalah dari rekening pribadi beliau," tegasnya. Saat jaksa menanyakan lebih detail, termasuk apakah transfer tersebut ditujukan kepada staf khusus seperti Fiona dan Jurist Tan, Deswitha membenarkan bahwa ada lima staf khusus yang menerima, dengan sumber dana tetap dari pribadi Nadiem.
Keterkaitan Jurist Tan dan Status Buron
Kejaksaan telah menyatakan bahwa Jurist Tan, salah satu staf khusus Nadiem, dinilai turut terlibat dalam perkara korupsi pengadaan Chromebook ini. Namun, hingga saat ini posisinya belum dapat diseret ke meja hijau karena berada di luar negeri dengan status buron. Kasus ini sendiri mendudukkan Nadiem Makarim sebagai terdakwa dengan dugaan menyebabkan kerugian negara mencapai Rp 2,1 triliun.
Persidangan yang berlangsung pada Senin, 2 Februari 2026, ini merupakan kelanjutan dari proses hukum yang telah berjalan. Nadiem tampak hadir dan menyatakan kesiapannya untuk mengikuti seluruh rangkaian persidangan. Pengungkapan tentang transfer dana pribadi ini menambah dimensi baru dalam penyelidikan kasus yang telah menyita perhatian publik tersebut.
Implikasi Hukum dan Reaksi Publik
Fakta bahwa dana tambahan untuk staf khusus bersumber dari rekening pribadi Nadiem Makarim menimbulkan sejumlah pertanyaan terkait:
- Motivasi di balik pemberian dana tersebut
- Keterkaitannya dengan kasus korupsi pengadaan Chromebook
- Status hukum transfer dana pribadi kepada pejabat negara
Pengacara Nadiem dalam kesempatan terpisah menyatakan keyakinannya bahwa kliennya akan terbukti tidak bersalah. Namun, pengakuan Deswitha Arvinchi ini dipastikan akan menjadi bahan pertimbangan penting bagi majelis hakim dalam memutuskan perkara. Sidang akan dilanjutkan dengan pemeriksaan saksi-saksi lainnya, termasuk dari Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) dan Direktur Utama Zyrexindo.



