Nadiem Makarim Sedih Rayakan Lebaran di Rutan, Terpisah dari Keluarga
Nadiem Makarim Sedih Lebaran di Rutan, Jauh dari Keluarga

Nadiem Makarim Mengungkap Kesedihan Rayakan Lebaran di Balik Jeruji

Eks Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim menyampaikan perasaan sedih yang mendalam karena harus merayakan hari raya Lebaran tahun ini di dalam Rumah Tahanan (Rutan) Mulia Budi. Hal ini menjadi pengalaman pertama baginya untuk berlebaran terpisah dari keluarga inti.

Perpisahan dengan Keluarga di Momen Spesial

Nadiem mengaku sangat terpukul dengan situasi ini. "Harapan saya keluarga bisa berkunjung ke saya di hari Lebaran nanti, karena ini Lebaran pertama di mana saya terpisah dari keluarga. Jadi ya cukup sedih," ujarnya dengan nada lirih sebelum persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat, Senin (9/3/2026).

Mantan bos Gojek itu juga menyebutkan bahwa ia masih harus menjalani serangkaian perawatan medis untuk pemulihan kondisi kesehatannya. Meski dalam keadaan tersebut, dia bersyukur masih diberikan kesempatan untuk menjalankan ibadah puasa selama bulan Ramadan.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

"Ya alhamdulillah walaupun saya masih dalam perawatan karena kondisi medis, saya masih alhamdulillah bisa berpuasa, sama teman-teman di Rutan juga," tutur Nadiem dengan penuh rasa syukur.

Suasana Ramadan yang Berbeda di Dalam Rutan

Selain kesedihan menghadapi Lebaran, Nadiem juga mengungkapkan duka karena harus menjalani bulan suci Ramadan di balik jeruji besi, jauh dari anak-anak tercinta. Dia menggambarkan bahwa suasana buka puasa bersama masih bisa dirasakan bersama sesama tahanan di Rutan, meski tak sama dengan kebersamaan keluarga.

"Jadi saling mendukung, paling nggak ada suasana buka bersama gitu ya. Jadi alhamdulillah, tapi ya sedih sekali bahwa nggak bisa bersama keluarga saya, dengan anak-anak saya. Itu yang sangat menyedihkanlah buat saya," ucapnya dengan suara bergetar.

Latar Belakang Kasus Korupsi Pengadaan Laptop

Nadiem Makarim saat ini sedang menghadapi proses hukum atas dakwaan melakukan tindak pidana korupsi yang terkait dengan proyek pengadaan laptop Chromebook selama masa jabatannya sebagai Mendikbudristek. Kasus ini disebut-sebut telah mengakibatkan kerugian keuangan negara yang mencapai angka fantastis, yaitu sekitar Rp 2,1 triliun.

Dalam perkembangan persidangan, Nadiem telah mengajukan eksepsi atau nota keberatan terhadap dakwaan yang ditujukan padanya. Namun, majelis hakim memutuskan untuk menolak eksepsi tersebut dan memerintahkan agar sidang dilanjutkan ke tahap pembuktian, yang menandai babak baru dalam proses peradilan ini.

Situasi ini semakin memperpanjang masa tahanan Nadiem, membuatnya harus menghabiskan momen-momen penting seperti Ramadan dan Lebaran di dalam lingkungan rutan, jauh dari orang-orang terdekat dan suasana rumah yang hangat.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga