Mensos Gus Ipul Dialog dengan 67 Eks Napiter di Palu Bahas Rehabilitasi Sosial
Mensos Dialog dengan Eks Napiter Bahas Rehabilitasi dan Pemberdayaan

Mensos Gus Ipul Gelar Dialog Interaktif dengan Eks Napiter di Palu

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, menggelar dialog langsung dengan mantan narapidana terorisme dan radikalisme (eks napiter) di Auditorium Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu, Sulawesi Tengah, pada Senin (20/4/2026). Kegiatan ini merupakan implementasi dari nota kesepahaman (MoU) kerja sama penanganan kelompok rentan, khususnya eks napiter, yang sebelumnya telah ditandatangani oleh Gus Ipul bersama Rektor UIN Datokarama Palu, Lukman S. Thahir.

Fokus pada Rehabilitasi dan Pemberdayaan Sosial

Sebanyak 67 orang eks napiter hadir secara fisik dalam acara tersebut, mewakili total 105 orang dari dua yayasan yang berfokus pada deradikalisasi, yaitu Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) Lingkar Persaudaraan Nusantara Poso dan LKS Pelita Ummat Palu. Dalam sambutannya, Gus Ipul menekankan bahwa dialog ini lebih bertujuan untuk mendengarkan langsung aspirasi dan pengalaman para eks napiter yang telah lama menjalani proses deradikalisasi.

"Pada kesempatan hari ini saya sebenarnya lebih banyak ingin mendengar dari bapak-bapak dan saudara-saudara sekalian, karena saudara sekalian sudah lama berproses, tidak hanya dengan Pak Lukman, mungkin juga dengan institusi-institusi lain yang terkait dengan bidang tugas deradikalisasi," ujar Gus Ipul melalui keterangan tertulis.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Lebih lanjut, Mensos menjelaskan bahwa Kementerian Sosial (Kemensos) berkomitmen memberikan pelayanan yang berfokus pada tiga pilar utama: perlindungan dan jaminan sosial, rehabilitasi sosial, dan pemberdayaan sosial. Perlindungan sosial mencakup pemenuhan kebutuhan dasar, sementara rehabilitasi sosial bertujuan memulihkan kondisi psikis, sosial, dan fisik agar fungsi sosial dapat kembali utuh. Adapun pemberdayaan sosial difokuskan pada penguatan kapasitas dan kemandirian.

Proses Asesmen untuk Penanganan yang Tepat Sasaran

Gus Ipul menegaskan bahwa layanan-layanan tersebut akan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing penerima manfaat. Oleh karena itu, langkah awal yang krusial adalah melakukan asesmen mendalam untuk mengidentifikasi masalah dan kebutuhan spesifik yang dihadapi.

"Nanti kita bersama-sama dengan yayasannya, anggotanya butuh apa, ya asesmen itu maksudnya butuh apa, butuhnya apa, maunya apa, mau punya keterampilan di bidang tertentu atau butuh modal usaha, penguatan-penguatan di bidang usaha," jelas Gus Ipul.

Dialog berlangsung secara interaktif, dengan para eks napiter secara bergantian menyampaikan pandangan dan keluhannya, yang langsung direspons dengan jawaban lugas dari Mensos. Salah satu peserta, Akbar, menyampaikan apresiasi atas kehadiran langsung Gus Ipul dan jajarannya di Palu.

Harapan untuk Dukungan Berkelanjutan dari Pemerintah

"Dari sekian banyaknya instansi-instansi yang bersilaturahmi kepada kami, ini mungkin satu-satunya kementerian yang betul-betul datang langsung sekaligus dengan pimpinan-pimpinannya dan itu suatu kehormatan buat kami," kata Akbar.

Akbar mengungkapkan bahwa banyak tantangan yang dihadapi eks napiter untuk dapat kembali berintegrasi dengan masyarakat. Dukungan berkelanjutan dari pemerintah dinilai sangat vital agar mereka dapat berfungsi secara sosial dengan baik.

"Jadi intinya saya berharap silaturahmi kita tidak berhenti di hari ini, saya berharap akan berlanjut dan kita bisa saling membantu saling support dan saling menjaga," tambah Akbar.

Dialog ini juga dihadiri oleh Rektor UIN Datokarama Palu Lukman S. Thahir, Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Kemensos Supomo, Staf Khusus Menteri Sosial Bidang Pemberdayaan dan Penanganan Fakir Miskin Ishaq Zubaedi Raqib, serta sejumlah pejabat terkait lainnya. Kolaborasi antara Kemensos dan UIN Palu diharapkan dapat memperkuat penanganan kelompok rentan, khususnya dalam upaya deradikalisasi dan reintegrasi sosial.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga